Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 16 Orang Sehari Setelah Gencatan Senjata Diperpanjang

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:10 WIB
Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 16 Orang Sehari Setelah Gencatan Senjata Diperpanjang

Jumlah korban tewas akibat serangan udara Israel di Lebanon pada Sabtu (20/6) bertambah menjadi 16 orang, hanya sehari setelah perpanjangan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah diumumkan. Otoritas Lebanon melaporkan bahwa gempuran terbaru Tel Aviv ini menambah eskalasi ketegangan di kawasan yang sebelumnya sempat mereda.

Badan pertahanan sipil Lebanon dalam pernyataan resminya mengungkapkan bahwa personelnya telah mengevakuasi 16 korban tewas dan 12 korban luka ke rumah sakit. Para petugas dilaporkan telah bekerja sejak dini hari di distrik Nabatieh untuk merespons serangan yang terus berlanjut di area tersebut.

Sementara itu, militer Israel mengumumkan bahwa pasukannya menyerang target-target Hizbullah di Lebanon bagian selatan pada hari yang sama. Dalam pernyataannya, Tel Aviv mengklaim serangan itu merupakan respons terhadap peluncuran puluhan proyektil oleh Hizbullah pada malam sebelumnya.

“Semalam, organisasi teroris Hizbullah meluncurkan lebih dari 50 proyektil ke pasukan Israel di Lebanon bagian selatan. Menyusul serangan tersebut, IDF telah menyerang target teroris Hizbullah di Lebanon bagian selatan,” ujar seorang pejabat militer Israel.

Hingga saat ini, Hizbullah belum secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas serangan apa pun terhadap Israel atau pasukannya di Lebanon bagian selatan sejak gencatan senjata diumumkan. Ketidakjelasan ini menimbulkan tanda tanya mengenai efektivitas perpanjangan gencatan senjata yang baru saja disepakati kedua belah pihak.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar