Dokter Kulit Ungkap Langkah Awal Atasi Iritasi Akibat Skincare Ilegal

- Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15 WIB
Dokter Kulit Ungkap Langkah Awal Atasi Iritasi Akibat Skincare Ilegal

Maraknya peredaran produk perawatan kulit ilegal atau yang kerap disebut skincare abal-abal di pasaran telah memicu berbagai keluhan gangguan kulit, mulai dari iritasi ringan hingga jerawat parah. Kondisi ini umumnya dipicu oleh kandungan bahan berbahaya dalam produk yang tidak jelas asal-usulnya, serta kebiasaan penggunaan secara berlebihan tanpa memberi waktu bagi kulit untuk pulih.

Produk-produk semacam itu sering kali mengandung zat berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon dosis tinggi, atau steroid. Dalam jangka pendek, produk ini memang bisa memberikan hasil instan, seperti kulit tampak lebih putih atau mulus. Namun, efek tersebut tidak bertahan lama dan justru berisiko merusak lapisan pelindung alami kulit atau skin barrier.

Ketika skin barrier rusak, kulit menjadi lebih sensitif dan rentan terhadap iritasi. Gejala yang muncul dapat berupa kemerahan, rasa perih, gatal, kulit kering dan mengelupas, munculnya bruntusan, hingga jerawat yang semakin memburuk. Pada beberapa kasus, pengguna bahkan merasakan sensasi panas terbakar setelah memakai produk tertentu. Hal ini terjadi karena kulit dipaksa menerima terlalu banyak bahan aktif tanpa jeda pemulihan yang cukup.

Menghadapi kondisi tersebut, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dari Rumah Sakit Columbia Asia Hospital Pulomas, dr. Zahreza Maya Sari Nasution, Sp.DVE, memberikan panduan penanganan awal yang tepat. Ia menekankan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghentikan sementara penggunaan produk yang diduga memicu iritasi. Kulit membutuhkan waktu untuk beristirahat agar dapat memperbaiki dirinya secara alami.

“Stop dulu (penggunaan skincare abal-abalnya). Lalu, pakai basic skincare dulu ya, seperti cuci mukanya, pakai sabun, pakai moisturizer, pakai sunscreen, itu dulu,” ujar dr. Maya dalam acara Morning Zone yang tayang di kanal Youtube Okezone, Kamis (7/5/2026).

Ia menyarankan untuk fokus pada perawatan dasar yang sederhana dan lembut, seperti pembersih wajah ringan, pelembap untuk menjaga kelembapan kulit, serta tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Selain itu, kebiasaan mencoba terlalu banyak produk sekaligus atau terus-menerus mengganti skincare tanpa jeda sebaiknya dihindari.

“Kasih waktu kulit itu untuk istirahat. Jadi jangan langsung tidak ada jeda waktu, kasihan kulitnya. Kayak kita juga kan perlu istirahat, kulit itu juga capek kan diolesin macam-macam juga capek kan dia,” tutupnya.

Penggunaan produk secara berlebihan justru dapat memperparah kondisi kulit yang sedang sensitif. Jika keluhan tidak kunjung membaik atau semakin parah, dr. Maya mengingatkan agar segera berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan aman.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar