Dari Knalpot Bising Hingga Pelat Palsu
Selain itu, masih banyak pelanggaran lain yang jadi sasaran. Polisi akan menilang pengendara yang ngebut, anak di bawah umur yang bawa motor, sampai yang helmnya asal pakai. Knalpot brong yang berisik dan pelat nomor tidak sesuai juga tak akan luput.
“Kemudian target yang lain mencakup pelanggaran yang cukup berpotensi menimbulkan gangguan, seperti melebihi batas kecepatan, pengendara di bawah umur. Kita melihat banyak anak yang masih di bawah umur sudah membawa kendaraan, penggunaan helm, termasuk selain dari knalpot brong, kemudian penggunaan TNKB yang tidak sesuai peruntukannya,”
beber Komarudin.
Menariknya, operasi ini juga menyentuh temuan pelat nomor kendaraan bermotor palsu. Banyak yang mencatut nama instansi, misalnya kementerian atau lembaga tertentu. Meski begitu, ini bukan fokus utama.
“Banyak ditemukan penggunaan TNKB yang bisa dikatakan palsu, misalnya instansi kementerian atau lembaga. Ini pun akan kami sasar, namun itu tidak menjadi prioritas utama. Sekali lagi, prioritas utama kami adalah pelanggaran yang berpotensi mengancam keselamatan,”
pungkasnya.
Jadi, inti operasi ini tetap pada keselamatan. Semua tindakan diarahkan untuk mengurangi hal-hal yang bisa membahayakan nyawa di jalan raya Jakarta yang sudah sangat padat.
Artikel Terkait
Prabowo Gerakkan BUMN dan K/L: Korve Setiap Pagi, Perang Lawan Sampah Dimulai
Sampah Festival Kuliner Membeludak, Petugas Kebersihan Semarang Geram
Prabowo Ingatkan Kepala Daerah: Kritik Politik Jangan Rusak Nama Bangsa
Ganti Nama, Tapi Masalah Tetap: Rotasi Pucuk OJK Dinilai Cuma Sandiwara