Di hadapan para pejabat pusat dan daerah, Presiden Prabowo Subianto tak main-main membahas persoalan sampah. Masalah yang menurutnya sudah jadi bencana ini mendesak untuk segera ditangani. Bahkan, ia mengeluarkan perintah tegas yang harus langsung dilaksanakan.
"Danantara, semua BUMN, ribuan anak buahnya korve!" seru Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Jawa Barat, Senin lalu.
"Saya tidak mau lihat plastik atau sampah di sekitar kantor BUMN. Semua menteri K/L sebelum masuk kantor, minimal setengah jam, bersihkan lingkunganmu," tambahnya, disambut riuh sorakan "siap" dari peserta rapat.
Namun begitu, Prabowo langsung menanggapi balik. "Benar ya? Jangan siap, siap, siap," ujarnya, menekankan bahwa yang dibutuhkan adalah aksi nyata, bukan sekadar jawaban seremonial.
Istilah 'korve' yang ia gunakan memang akrab di lingkungan militer, merujuk pada kerja bakti membersihkan kawasan. Presiden ingin budaya itu diterapkan di semua kantor pemerintahan dan BUMN. Setiap pagi, 30 menit sebelum kerja, lingkungan harus dibersihkan. Lebih bagus lagi kalau sang menteri yang memimpin langsung.
Menurutnya, Indonesia harus menyatakan perang terhadap sampah. Ini soal kesehatan rakyat dan masa depan lingkungan. "Sampah itu bencana, sampah itu penyakit," tegas Prabowo. Ia berharap bupati dan wali kota di seluruh daerah turut bergerak. "Kita akan dukung saudara-saudara," janjinya.
Di sisi lain, Prabowo menyadari masalah ini kompleks. Tak bisa diselesaikan hanya dengan omongan. "Ini tidak bisa dengan caci maki, teriak-teriak, mengejek. Tidak bisa, ini harus kerja benar. Ini realita," pungkasnya dengan nada serius.
Dalam rapat itu, ia juga menampilkan sejumlah gambar kondisi memprihatinkan. Salah satunya pantai di Bali yang dipenuhi tumpukan sampah. Ternyata, kondisi itu sampai mendapat teguran dari pimpinan Korea Selatan yang mengeluhkan keadaan Bali sekarang.
Merespon hal itu, Prabowo tak cuma menyuruh kementerian. Ia juga memerintahkan TNI dan Polri untuk turun tangan membersihkan sampah. Langkah ini menunjukkan betapa seriusnya ia memandang masalah yang selama ini sering dianggap sepele itu.
Artikel Terkait
Perekonomian Sulawesi Selatan Tumbuh 6,88 Persen di Triwulan I 2026, Ditopang Sektor Pemerintahan dan Konsumsi Publik
Dua Calon Jemaah Haji Asal Soppeng Tertunda Berangkat karena Tidak Laik Terbang
Harga Emas Antam Naik Rp17.000 per Gram, Buyback Tembus Rp2.645.000
Ivan Toney Cetak Hat-trick, Al Ahli Hajar Al Fateh 3-1 di Liga Pro Saudi