Tersangka kasus dugaan pemerkosaan terhadap para santriwati berinisial AS akhirnya berhasil ditangkap di Kabupaten Wonogiri, tepatnya di rumah salah satu juru kunci petilasan. Sebelumnya, pelaku sempat melarikan diri ke sejumlah lokasi karena merasa takut akan ditahan aparat kepolisian.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Muhammad Anwar Nasir, mengungkapkan bahwa penangkapan terjadi pada pagi hari pukul 04.45 WIB di Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri. Menurutnya, momen penangkapan berlangsung secara tidak terduga saat tim Jatanras Polda Jateng tengah melakukan pemantauan di lapangan.
“Jadi itu sebenarnya tim Jatanras Polda Jateng papasan di jalan dengan tersangka, surveillance anggota ketemu di jalan,” kata Anwar saat dihubungi, Kamis (7/5/2026).
Meskipun diketahui bersembunyi di rumah milik salah satu juru kunci petilasan di kawasan tersebut, AS tidak memberikan perlawanan saat berpapasan dengan petugas di jalan. Saat itu, tersangka tengah keluar dari tempat persembunyiannya.
“Tapi kalau penangkapannya (saat) papasan di jalan. Di rumah juru kunci itu dia sendiri. (Ada perlawanan?) Nggak, nggak ada,” lanjut Anwar.
Anwar menambahkan bahwa AS sebelumnya melarikan diri dari Kabupaten Pati karena khawatir akan ditangkap polisi. Pelaku kemudian kabur menuju Wonogiri dengan diantar oleh seseorang. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami jaringan dan motif di balik tindakan keji yang dilakukan tersangka terhadap para korban.
Artikel Terkait
Dua Peserta Program Koperasi Desa Merah Putih Tewas Saat Latihan Militer, Koalisi Masyarakat Sipil Desak Investigasi
Rieke Diah Pitaloka Sorot Kecepatan Tak Wajar Proses Kasasi Nikita Mirzani
Jaksa Agung Ungkap Trik Benny Tjokro Sembunyikan Aset: Bebani Utang Tinggi Agar Sulit Disita Negara
80 Bangkai Kapal Bertahun-tahun Terlantar di Muara Karangantu, Gubernur Banten Akan Normalisasi