Gencatan Senjata Gaza: 418 Nyawa Melayang di Tengah Masa Tenang

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 21:50 WIB
Gencatan Senjata Gaza: 418 Nyawa Melayang di Tengah Masa Tenang

Gaza – Angka-angka itu terus bergerak naik, dan setiap pembaruan data terasa lebih berat dari sebelumnya. Menurut keterangan Kementerian Kesehatan setempat pada Sabtu, korban jiwa dalam konflik di Jalur Gaza telah mencapai 71.384 orang. Perang yang dimulai sejak serangan 7 Oktober 2023 itu, oleh banyak pihak disebut sebagai aksi genosida, terus memakan korban tanpa henti.

Itu belum semuanya. Di sisi lain, jumlah mereka yang menderita luka-luka juga melonjak drastis. Catatan terbaru menyebutkan ada 171.251 orang yang menjadi korban luka. Bayangkan saja, itu setara dengan populasi sebuah kota kecil yang seluruh penduduknya harus berjuang melawan rasa sakit dan trauma.

Laporan harian dari kementerian itu sendiri memberikan gambaran yang suram tentang situasi di lapangan. Dalam kurun 48 jam terakhir, rumah sakit-rumah sakit yang masih beroperasi harus menerima tiga jenazah warga sipil. Salah satunya bahkan adalah korban dari serangan yang terjadi sebelumnya. Belum lagi 18 orang lainnya yang datang dengan berbagai luka.

Namun begitu, ada sedikit titik terang, meski sangat rapuh. Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, kekerasan memang belum sepenuhnya berakhir. Data menunjukkan, dalam periode 'tenang' itu saja, setidaknya 418 warga Palestina masih harus kehilangan nyawa. Sementara itu, 1.171 orang lainnya tercatat mengalami luka-luka.

Gencatan senjata, tampaknya, belum mampu sepenuhnya menghentikan air mata dan duka.

Komentar