MURIANETWORK.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak bervariasi pada perdagangan Senin, 23 Februari 2026. Analisis teknikal menunjukkan indeks berpotensi menguji level resistance kunci di 8.400, sebuah area yang dinilai cukup kuat untuk menghambat kenaikan lebih lanjut. Pergerakan pasar saham domestik masih dalam fase konsolidasi, menunggu katalis baru untuk menentukan arah yang lebih jelas.
Analisis Teknikal: Resistance Kuat di Level 8.400
Secara teknikal, IHSG menghadapi tantangan serius di area 8.400. Level ini bukan sekadar angka psikologis, melainkan sebuah titik yang pernah dicapai saat indeks melakukan pemulihan teknis pada akhir Januari lalu. Posisi indeks yang masih bertahan di bawah level tersebut mengindikasikan bahwa tren penurunan jangka pendek belum sepenuhnya berakhir.
William Hartanto, Technical Analyst dan Founder WH Project, dalam riset hariannya menyoroti dinamika ini.
"IHSG diproyeksikan bergerak mixed dalam range 8.120-8.400," tulisnya.
Analis itu menambahkan penjelasan mengenai kondisi tren saat ini.
"Menuju berakhirnya downtrend, namun masih dihadang oleh resistance pada level 8.400," ungkapnya.
Artikel Terkait
Ketegangan di Selat Hormuz dan Serangan Israel Picu Lesunya Pasar Saham Asia
Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu per Gram, Buyback Anjlok Rp59 Ribu
IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan, Analis Soroti Enam Rekomendasi Saham
Harga Emas Melonjak Dekati Level Tertinggi Usai Gencatan Senjata AS-Iran