PBB Peringati Hari Laut Sedunia 2026, Serukan Aksi Global Atasi Polusi dan Penangkapan Ikan Berlebihan

- Minggu, 07 Juni 2026 | 21:15 WIB
PBB Peringati Hari Laut Sedunia 2026, Serukan Aksi Global Atasi Polusi dan Penangkapan Ikan Berlebihan

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan menggelar perayaan Hari Laut Sedunia yang jatuh pada Senin, 8 Juni 2026, sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem laut. Perayaan tahunan ini tidak hanya bertujuan mengedukasi masyarakat, tetapi juga menggerakkan partisipasi global dalam pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.

Melalui resolusi Majelis Umum PBB nomor 63/111 yang disahkan pada 5 Desember 2008, tanggal 8 Juni secara resmi ditetapkan sebagai Hari Samudra Dunia. Penetapan ini didorong oleh keprihatinan terhadap kondisi laut yang semakin terancam, mulai dari polusi, pengasaman, hingga penangkapan ikan berlebihan. Sepanjang sejarah, samudra telah menjadi jalur vital bagi perdagangan dan transportasi, sekaligus penyedia oksigen, air minum, dan sebagian besar pangan dunia.

Namun, kualitas perairan pesisir saat ini terus menurun akibat ulah manusia. Polusi dan pengasaman laut tidak hanya menggerus fungsi ekosistem dan keanekaragaman hayati, tetapi juga berdampak langsung pada perikanan skala kecil yang menjadi sumber penghidupan banyak komunitas pesisir. Oleh karena itu, pengelolaan kawasan lindung laut secara efektif dan didukung sumber daya yang memadai menjadi krusial.

Di sisi lain, peraturan yang ketat diperlukan untuk menekan praktik penangkapan ikan berlebihan serta mencegah polusi dan pengasaman laut lebih lanjut. Semua upaya ini menjadi ciri utama dalam mewujudkan masa depan yang berkelanjutan bagi lautan dan umat manusia.

Perayaan Hari Laut Sedunia 2026 diselenggarakan oleh Divisi Urusan Kelautan dan Hukum Laut dari Kantor Urusan Hukum PBB, bekerja sama dengan organisasi nirlaba Oceanic Global. Program tahun ini dirancang untuk menopang kehidupan manusia dan seluruh organisme di bumi melalui aksi nyata dan kesadaran kolektif.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar