Cikarang Listrindo (POWR) Umumkan Dividen Interim Rp383 Miliar untuk 2025
PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR), emiten penyedia listrik swasta, telah mengumumkan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025. Perusahaan mengalokasikan dana sebesar Rp383 miliar yang akan dibagikan kepada para pemegang saham.
Keputusan ini disetujui dalam rapat bersama Dewan Komisaris dan Direksi yang digelar pada 12 November 2025. Nilai dividen interim yang disetujui adalah sebesar USD 22,94 juta atau setara dengan Rp 383,2 miliar.
Berdasarkan pengumuman resmi, besaran dividen yang akan diterima pemegang saham adalah Rp 24,2 per saham. Nilai ini tercatat lebih rendah dibandingkan dengan dividen interim yang dibagikan pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang saat itu mencapai USD 28 juta atau Rp 28,24 per saham.
Kebijakan pembagian dividen ini merujuk pada kinerja keuangan perseroan hingga kuartal III tahun 2025. Cikarang Listrindo membukukan laba bersih sebesar USD 57,3 juta. Dengan besaran dividen yang diumumkan, dividend payout ratio perusahaan berada pada level 40 persen.
Hingga akhir September 2025, Cikarang Listrindo mencatat posisi saldo laba ditahan sebesar USD 310,7 juta dan total ekuitas mencapai USD 721,8 juta.
Dividend yield dari pengumuman dividen ini diperkirakan sekitar 3,43 persen, dengan asumsi harga saham POWR di level Rp 705. Perusahaan juga telah menginformasikan bahwa sisa pembagian dividen akan dilakukan pada Juni tahun depan.
Jadwal Lengkap Pembagian Dividen Interim POWR
Bagi investor yang memegang saham POWR, berikut adalah jadwal penting terkait pembagian dividen interim:
- Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 24 November 2025
- Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 25 November 2025
- Cum Dividen di Pasar Tunai: 26 November 2025
- Ex Dividen di Pasar Tunai: 27 November 2025
- Pembayaran Dividen: 12 Desember 2025
Investor disarankan untuk memperhatikan jadwal cum dan ex dividen ini untuk memastikan hak atas dividen interim Cikarang Listrindo tahun 2025.
Artikel Terkait
Enam Saham RI Dikeluarkan dari Indeks MSCI, Pengamat Sebut Ruang Fiskal Makin Sempit Akibat Bunga Utang Membengkak
Pasar Modal Tertekan Sentimen Negatif, Pemerintah Diminta Respons Kekhawatiran Investor
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 per Dolar AS Akhir Juni Akibat Tekanan Geopolitik dan Suku Bunga The Fed
BCA Bagikan Dividen Interim Rp20 per Saham pada Kuartal II 2026