MURIANETWORK.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah utara Sabah, Malaysia, pada Senin (6/5/2024) dini hari pukul 01:57:46 WITA. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dengan cepat menyatakan bahwa guncangan yang berpusat sangat dalam di Laut Sulu ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami di perairan Kalimantan Utara. Getarannya sendiri dilaporkan terasa hingga ke sejumlah wilayah di Indonesia, meski dengan intensitas yang bervariasi.
Lokasi dan Sumber Guncangan
Pusat gempa atau episenter terletak di koordinat 6.94° LU; 116.26° BT. Titik ini berada di laut, sekitar 109 kilometer di timur laut Kota Kinabalu, Malaysia. Yang menarik dari kejadian ini adalah kedalaman hiposenternya yang mencapai 628 kilometer di bawah permukaan bumi.
Kedalaman yang sangat signifikan ini menjadi kunci analisis. Para ahli seismologi di BMKG mengidentifikasi bahwa gempa ini merupakan jenis gempa dalam, yang dipicu oleh aktivitas deformasi atau penunjaman dalam Lempeng Laut Filipina. Mekanisme pergerakannya diklasifikasikan sebagai sesar geser naik (oblique Thrust-Fault).
Dampak Guncangan di Wilayah Indonesia
Meski berpusat jauh di Malaysia, energi gempa yang besar tetap merambat dan dirasakan di daerah perbatasan. BMKG merilis hasil pengukuran percepatan tanah dan pemodelan peta guncangan (shakemap) yang memberikan gambaran lebih jelas.
Artikel Terkait
Gunung Dukono Erupsi, Kolom Abu Capai 400 Meter
Pemkot Surabaya Akan Evaluasi SMP yang Izinkan Siswa Bawa Motor
Harga Emas Antam Tembus Rp2,85 Juta per Gram, Buyback Rp2,9 Juta
Bank Dunia Revisi Turun Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Jadi 4,7 Persen