Udara malam di Bandara Internasional Minangkabau, Rabu (17/12) lalu, ramai oleh kedatangan rombongan khusus. Presiden Prabowo Subianto kembali mendarat di Sumatera Barat. Ini sudah kunjungan kedua beliau dalam dua pekan terakhir, semua untuk satu tujuan: meninjau langsung penanganan banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah itu.
Langsung dari bandara, sekitar pukul setengah tujuh malam, Presiden tak berlama-lama. Dia menuju Markas Kodam Sumbar. Di sana, sebuah rapat terbatas sudah menunggu. Rapat digelar tertutup, namun momen itu terekam dan diunggah akun Instagram Sekretariat Kabinet pada malam yang sama.
"Tiga hari setelah mengunjungi Aceh untuk ketiga kalinya dan Sumatera Utara untuk kedua kalinya," bunyi keterangan unggahan itu. "Pada malam hari ini Presiden Prabowo Subianto kembali mendarat di Sumatera Barat untuk kedua kalinya dalam 2 minggu terakhir."
Nampak jelas, bencana di Sumatra jadi perhatian serius. Rapat di Kodam itu sendiri dihadiri deretan pejabat tinggi. Mulai dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga sejumlah menteri seperti Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Mendagri Tito Karnavian, dan Mensetneg Prasetyo Hadi. Tak ketinggalan, Kepala BIN M Herindra dan para Kepala Staf Angkatan juga hadir.
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, agenda keesokan harinya cukup padat. Usai bermalam di Padang, Presiden akan blusukan ke tiga kabupaten yang paling terdampak.
"Setelah bermalam di Padang, keesokan harinya, Presiden akan berkunjung ke 3 kabupaten terdampak bencana, yakni Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Tanah Datar," jelas Teddy.
Rencananya, Prabowo akan meninjau langsung kondisi di lapangan. Dia ingin memastikan percepatan pemulihan. Titik-titik yang akan dikunjungi beragam, mulai dari lokasi pembangunan hunian sementara, tempat pengungsian, sampai ke titik-titik di mana jembatan sedang dibangun kembali. Intinya, pemulihan infrastruktur jadi fokus.
Kedatangan yang berulang ini menunjukkan betapa kompleksnya situasi pascabencana. Dan Presiden memilih untuk turun sendiri, melihat, dan mengawal prosesnya langsung dari jantung wilayah yang terkena musibah.
Artikel Terkait
Istri Kehilangan Suami di Kecelakaan Maut Muratara, Kenangan Terakhir Tawaran Buah Nanas
24 WNA Tiongkok Diamankan Imigrasi di Tambang Emas Ilegal Gunung Botak, Buru
Hakim Perintahkan Oditur Hadirkan Ahli Kimia untuk Uji Cairan Penyiraman Aktivis KontraS
Kecelakaan Tol JORR Jatiwarna: Colt Diesel Pengangkut Jagung Terguling, Muatan Berserakan di Jalan