Sampah Festival Kuliner Membeludak, Petugas Kebersihan Semarang Geram

- Senin, 02 Februari 2026 | 13:42 WIB
Sampah Festival Kuliner Membeludak, Petugas Kebersihan Semarang Geram

Bau tak sedap menyambut di sekitar Taman Indonesia Kaya, Semarang, Senin pagi. Tumpukan sampah berserakan di beberapa titik, bahkan ada yang menggunung persis di samping pagar masuk kantor Gubernur Jawa Tengah. Rupanya, ini adalah sisa-sisa festival kuliner yang digelar sehari sebelumnya.

Menurut Slamet, seorang juru parkir di lokasi, acara itu digelar sebuah perusahaan. "Salah satu kegiatannya kan makan mi ayam beramai-ramai," ujarnya. Hasilnya? Sampah plastik, kemasan makanan, dan sisa pesta kuliner itu dibiarkan begitu saja.

Kondisi ini jelas membuat kesal para petugas kebersihan. Sumiati (58), koordinator penyapu jalanan di kawasan itu, tak bisa menyembunyikan amarahnya. Ia sampai menelepon penyelenggara acara.

"Saya terus terang marah. Saya telepon tadi EO-nya kok seperti ini. Saya datang ke sini jam 03.30 WIB sudah seperti lautan sampah. Saya sampai bilang TPA (Tempat Pembuangan Akhir) pindah ke sini,"

Biasanya, kata Sumiati, ada koordinasi yang terjalin rapi. Setiap ada acara di sekitar TIK atau kantor gubernur, penyelenggara pasti berhubungan dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang. Tapi untuk acara Minggu kemarin? Nihil. Tidak ada pemberitahuan sama sekali.

Yang lebih membuatnya geram adalah respons dari penanggung jawab acara, seorang pria bernama Akbar. Alih-alih meminta maaf atau berjanji membersihkan, pertanyaannya justru mencurigai.

"Waktu saya hubungi malah tanya kok bisa dapat kontak saya, dari mana. Jawabannya malah seperti itu. Sampai sekarang tidak ada tanggung jawab apa pun,"

Sumiati mengeluh. Kawasan ini kan pusat kota, letaknya berhadapan dengan kantor gubernur. Bayangkan saja, pemandangan tak sedap dipandang mata plus bau yang mengganggu. "Ini baru pertama kali kejadian, sampah dibiarkan," tegasnya. Padahal, tanggung jawab akhirnya jatuh ke pundak dinas dan petugas seperti dirinya.

Pantauan di lokasi memang memperlihatkan pemandangan yang memprihatinkan. Sampah berjejer di sejumlah titik, sisa pesta kuliner yang berakhir menjadi masalah bagi publik. Bau busuknya sudah tercium, meski belum terlalu menyengat. Tapi jika dibiarkan lebih lama, bisa jadi masalah yang lebih besar.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar