Gelombang Baru Pemakzulan Sara Duterte: Tuduh Ancam Bunuh Marcos hingga Dugaan Korupsi Dana Pendidikan

- Senin, 02 Februari 2026 | 15:06 WIB
Gelombang Baru Pemakzulan Sara Duterte: Tuduh Ancam Bunuh Marcos hingga Dugaan Korupsi Dana Pendidikan

Gelombang baru upaya pemakzulan kembali menerpa Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte. Kali ini, sejumlah tokoh masyarakat sipil dan koalisi sayap kiri yang mengajukan keluhan resmi ke parlemen di Manila, Senin lalu. Tuduhannya berat: penyalahgunaan dana publik dan yang lebih sensasional ancaman pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr.

Ini jelas menghidupkan kembali proses yang sempat mati suri. Ingat, tahun lalu Mahkamah Agung Filipina sudah menghentikan langkah serupa. Namun begitu, para penggugat tak menyerah.

Dua pengaduan itu intinya menyorot dua hal. Pertama, soal anggaran yang dikelola Sara saat masih menjabat Menteri Pendidikan. Kedua, adalah tuduhan lama yang tak kunjung reda: bahwa ia pernah mengancam nyawa Marcos. Tuduhan yang sudah berulang kali dibantah habis-habisan oleh pihaknya.

Menariknya, waktu pengajuan ini bukan kebetulan. Ia bertepatan dengan dimulainya sidang DPR yang justru membahas pengaduan impeachment terhadap Presiden Marcos sendiri. Marcos dituding korupsi dalam proyek pengendalian banjir fiktif yang nilainya membengkak luar biasa. Jadi, suasana politik di Manila sedang panas-panasnya.

“Sudah saatnya Wakil Presiden Sara dimintai pertanggungjawaban,”

Demikian tegas anggota DPR Leila de Lima, yang mendukung salah satu pengaduan. Menurutnya, dokumen terbaru ini lebih ringkas, tapi berdasar pada tuduhan yang sama dengan laporan sebelumnya.

Inti masalahnya ada di angka sekitar 10 juta dolar AS. Itulah nilai pengeluaran yang dianggap tak jelas asal-usulnya selama Sara memimpin kementerian pendidikan.

Prosesnya panjang. Jika DPR meloloskan, kasus akan berlanjut ke Senat untuk diadili. Vonis bersalah bisa berujung pada pencopotan jabatan dan larangan seumur hidup dari dunia politik. Aturan mainnya memang begitu.

Sebenarnya, upaya tahun lalu sempat lolos di DPR. Tapi kemudian mentah lagi. Mahkamah Agung memutuskan proses itu melanggar aturan konstitusi, yang melarang lebih dari satu pengaduan impeachment dalam setahun. Putusan itu bahkan baru ditegaskan ulang pekan lalu.

Di sisi lain, tim kuasa hukum Sara Duterte tampaknya tak gentar. Mereka menyambut pengaduan terbaru ini dengan sikap tenang, bahkan yakin seluruh tuduhan akan terbukti tak berdasar. Pertarungan politik tingkat tinggi ini masih akan berlanjut.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar