Yang lebih membuatnya geram adalah respons dari penanggung jawab acara, seorang pria bernama Akbar. Alih-alih meminta maaf atau berjanji membersihkan, pertanyaannya justru mencurigai.
Sumiati mengeluh. Kawasan ini kan pusat kota, letaknya berhadapan dengan kantor gubernur. Bayangkan saja, pemandangan tak sedap dipandang mata plus bau yang mengganggu. "Ini baru pertama kali kejadian, sampah dibiarkan," tegasnya. Padahal, tanggung jawab akhirnya jatuh ke pundak dinas dan petugas seperti dirinya.
Pantauan di lokasi memang memperlihatkan pemandangan yang memprihatinkan. Sampah berjejer di sejumlah titik, sisa pesta kuliner yang berakhir menjadi masalah bagi publik. Bau busuknya sudah tercium, meski belum terlalu menyengat. Tapi jika dibiarkan lebih lama, bisa jadi masalah yang lebih besar.
Artikel Terkait
Napoli Amankan Kemenangan Tipis 1-0 atas Cagliari Berkat Gol Kilat McTominay
Luka Doncic Cetak 60 Poin, Bawa Lakers dan Momentum ke Level Baru
Tuchel Pangkas Skuad Inggris, Nol Pemain Liverpool Dipanggil
De la Fuente Umumkan Skuad Spanyol untuk Uji Coba Lawan Serbia dan Mesir