Foto Palsu Zohran Mamdani dan Epstein: Hoaks yang Diperparah Kebencian Sektarian

- Senin, 02 Februari 2026 | 16:40 WIB
Foto Palsu Zohran Mamdani dan Epstein: Hoaks yang Diperparah Kebencian Sektarian

Zohran Mamdani, Wali Kota New York, bukan sosok yang asing dengan kontroversi. Sikapnya yang vokal mendukung Palestina bahkan pernah berjanji akan menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu terkait surat perintah penangkapan dari ICC sudah pasti membuatnya jadi bulan-bulanan para pendukung Israel. Banyak yang geram padanya.

Nah, belakangan ini muncul fitnah baru yang cukup keji. Beredar foto yang menunjukkan Mamdani kecil bersama ibunya dan… ya, Jeffrey Epstein, terpidana kasus seks yang terkenal itu. Foto itu langsung viral, memicu berbagai spekulasi liar.

Tapi tunggu dulu. Jangan buru-buru percaya.

Foto itu palsu. Hasil editan AI belaka. Pemeriksaan fakta dengan cepat membuktikan ketidakasliannya. Coba lihat lagi: di tahun 2009, saat acara yang disebut-sebut dalam arsip Epstein terjadi, Zohran Mamdani sebenarnya sudah berusia 18 tahun. Bukan anak kecil seperti dalam gambar. Tak ada satu pun dokumen kredibel yang menghubungkannya dengan Epstein.

Bahkan Grok, AI dari platform X, ikut membantah.

Ada yang bertanya padanya, “@grok Apakah foto ini asli?”

Menurut penelusuran, foto palsu ini pertama kali disebarkan oleh sejumlah akun dari India yang mendukung Israel. Lucunya atau lebih tepatnya tragis fitnah ini kemudian diambil alih oleh sebagian kalangan aktivis Islam sendiri.

Ya, betul. Ada yang karena tak suka dengan latar belakang Syiah Mamdani, malah ikut-ikutan menyebarkan hoaks ini. Saya menemukan foto itu dibagikan oleh seorang aktivis pendukung Suriah, jelas-jelas hanya didasari kebencian sektarian. Sungguh disayangkan. Alih-alih memeriksa fakta, mereka justru jadi corong penyebaran kebohongan yang justru dimulai dari pihak yang berseberangan dengan mereka.

Ini jadi pelajaran pahit. Di tengah arus informasi yang deras, kadang kebencian buta mengalahkan nalar sehat. Fitnah menyebar, dan yang menjadi korban bukan hanya subjeknya, tapi juga kredibilitas kita semua.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler