Hari Kesadaran Tsunami Sedunia: Makna, Tema 2025, dan Cara Berpartisipasi
Setiap tanggal 5 November, dunia memperingati Hari Kesadaran Tsunami Sedunia atau World Tsunami Awareness Day. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan global dan mendorong investasi dalam kesiapsiagaan tsunami guna mengurangi dampak bencana.
Hari Kesadaran Tsunami Sedunia ditetapkan secara resmi oleh Majelis Umum PBB pada Desember 2015. Inisiatif ini menyerukan kepada semua negara, lembaga internasional, dan masyarakat sipil untuk meningkatkan pemahaman tentang ancaman tsunami dan berbagi strategi inovatif dalam pengurangan risiko bencana.
Tema Hari Kesadaran Tsunami Sedunia 2025: "Be Tsunami Ready"
Badan PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana (UNDRR) menetapkan tema khusus setiap tahunnya. Untuk tahun 2025, tema yang diusung adalah "Be Tsunami Ready: Invest in Tsunami Preparedness".
Tema ini selaras dengan tujuan Kerangka Kerja Sendai (Sendai Framework) untuk meminimalkan kerugian akibat bencana. Fokusnya adalah mempromosikan pembangunan yang tangguh guna melindungi nyawa, mata pencaharian, dan aset ekonomi dari dampak tsunami yang menghancurkan, termasuk yang bersumber dari aktivitas vulkanik.
Bagaimana Cara Memperingati dan Berkontribusi?
Anda dapat turut memperingati Hari Kesadaran Tsunami Sedunia dengan mengikuti seruan aksi dari UNDRR. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan berbagai pihak:
- Pemerintah: Didorong untuk berkomitmen pada pembiayaan jangka panjang untuk sistem kesiapsiagaan tsunami dan peringatan dini multi-bahaya.
- Komunitas Pesisir dan Pelaku Pariwisata: Diajak untuk secara aktif meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan tsunami di wilayahnya.
- Lembaga Pendidikan dan Media: Diserukan untuk bersama-sama mengembangkan dan menyebarluaskan materi komunikasi risiko tsunami yang mudah dipahami.
- Tokoh Masyarakat dan Pemimpin: Diharapkan dapat menjadi duta yang mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan tsunami.
- Lembaga Penelitian dan Teknologi: Diajak untuk mempromosikan dan membagikan inovasi teknologi dalam pengurangan risiko bencana tsunami.
Melalui kampanye ini, diharapkan dapat terbangun kolaborasi yang kuat antar semua pemangku kepentingan. Tujuannya jelas: memperkuat ketahanan masyarakat dan meminimalkan risiko dari bencana tsunami di masa depan.
Artikel Terkait
Suzuki Ungkap 8 Tanda Mobil Bekas Pernah Kecelakaan Berat yang Wajib Dicermati Pembeli
Pramono: Tarif Transjabodetabek ke Bandara Soekarno-Hatta Segera Diputuskan, Berpotensi Berbeda dari Rute Lain
Survei: 98 Persen Warga Indonesia Percaya Perubahan Iklim Terjadi, 81 Persen Yakin Akibat Aktivitas Manusia
Wapres Iran Klaim Kemenangan Besar dalam ‘Perang Ramadan’ Lawan AS-Israel