Wakil Presiden Iran, Mohammad Reza Aref, menyatakan negaranya akan segera merayakan “kemenangan besar” melawan musuh-musuhnya setelah bertahun-tahun menghadapi tekanan dan sanksi internasional. Pernyataan itu disampaikan Aref saat berkunjung ke Grup Pelayaran Republik Islam Iran, seperti dilaporkan media setempat, Jumat (8/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Aref yang secara resmi menjabat sebagai Wakil Presiden Pertama Iran menggunakan istilah “Perang Ramadan” untuk merujuk pada konflik yang dipicu serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari lalu. Perang itu dimulai saat bulan suci Ramadan tengah berlangsung.
“Rakyat Iran adalah pemenang Perang Ramadan,” ujar Aref dalam pernyataannya.
Ia menambahkan bahwa sanksi dan tekanan yang membebani bangsa Iran selama beberapa tahun terakhir akan segera dicabut seiring dengan kemenangan besar yang akan dirayakan. “Kita akan segera menggelar perayaan kemenangan kita,” cetusnya.
Sementara itu, perang antara Iran melawan AS dan Israel telah ditangguhkan melalui gencatan senjata yang berlaku sejak 8 April lalu. Perundingan damai yang digelar di Islamabad setelah gencatan senjata itu gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik secara permanen.
Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu yang ditetapkan untuk memberi ruang bagi perundingan baru. Pekan ini, Trump menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan dengan Iran “sangat mungkin” tercapai. Namun, ia juga mengancam akan melanjutkan serangan jika negosiasi gagal.
Di sisi lain, pemerintah Iran hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terhadap proposal baru yang diajukan AS. Sikap diam Teheran itu menunjukkan bahwa optimisme Trump belum mendapat sambutan setara dari pihak lawan.
Artikel Terkait
Kemnaker Buka Pendaftaran Program Bantuan Tenaga Kerja Mandiri Pemula 2026 Mulai 7 Mei
Tiga Film Indonesia Baru Gagal Geser Dominasi Mortal Kombat II di Box Office
Korea Utara Siapkan Artileri Jarak Jauh Baru di Perbatasan, Seoul Masuk Jangkauan Serangan
Pria Mengaku Ormas Mabuk Coba Paksa Pungli ke Pedagang Ayam Geprek di Depok, Kabur Saat Polisi Tiba