Suzuki Ungkap 8 Tanda Mobil Bekas Pernah Kecelakaan Berat yang Wajib Dicermati Pembeli

- Jumat, 08 Mei 2026 | 12:30 WIB
Suzuki Ungkap 8 Tanda Mobil Bekas Pernah Kecelakaan Berat yang Wajib Dicermati Pembeli

Membeli mobil bekas masih menjadi pilihan utama bagi sebagian besar masyarakat karena harganya yang lebih terjangkau dibandingkan unit baru. Namun, kondisi kendaraan harus menjadi prioritas utama sebelum transaksi dilakukan, terutama untuk memastikan tidak ada riwayat kecelakaan berat yang dapat memengaruhi performa jangka panjang.

Selain memeriksa performa mesin dan kelengkapan dokumen, calon pembeli wajib melakukan pengecekan menyeluruh pada bagian body mobil. Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi apakah kendaraan pernah mengalami tabrakan yang meninggalkan bekas permanen. Kerusakan akibat benturan biasanya meninggalkan sejumlah tanda visual, mulai dari perubahan warna cat hingga panel yang tidak presisi.

PT Suzuki Indomobil Sales kemudian membagikan delapan indikator yang patut dicurigai sebagai tanda mobil bekas pernah mengalami tabrakan atau perbaikan besar. Informasi ini diharapkan membantu konsumen membuat keputusan yang lebih cermat.

Perbedaan warna cat menjadi salah satu ciri paling mudah dikenali. Calon pembeli perlu memperhatikan area seperti pintu, kap mesin, dan bagian belakang mobil. Jika terdapat warna yang terlihat berbeda atau belang, kondisi tersebut dapat menandakan adanya proses pengecatan ulang akibat perbaikan body setelah tabrakan. Biasanya, hal ini terjadi karena penggantian panel atau proses repaint yang tidak sesuai dengan warna asli pabrik.

Sementara itu, celah antar panel body juga perlu menjadi perhatian. Pada mobil dengan kondisi normal, jarak antar panel umumnya simetris dan presisi. Sebaliknya, mobil yang pernah mengalami benturan sering memiliki celah yang tidak rata atau terlihat miring, terutama di area pintu, kap mesin, dan fender.

Pemeriksaan berikutnya dapat dilakukan pada bagian dudukan karet di pintu atau bagasi. Area ini biasanya menutupi tulangan body kendaraan. Jika setelah karet dibuka terlihat permukaan bergelombang atau tidak rata, maka ada kemungkinan mobil pernah mengalami benturan keras. Pada kondisi normal, area tersebut seharusnya tampak lurus dan rapi.

Di sisi lain, kondisi baut pada pintu, kap mesin, dan fender juga perlu diperiksa. Mobil yang pernah diperbaiki biasanya memiliki bekas pembongkaran pada baut, berupa goresan bekas kunci atau cat yang terkelupas di sekitarnya. Selain itu, baut yang terlihat terlalu baru pada mobil berusia lama juga patut dicurigai sebagai tanda perbaikan.

Mobil yang belum pernah mengalami kecelakaan umumnya memiliki tampilan body yang simetris dan proporsional. Sebaliknya, kendaraan bekas tabrakan kadang terlihat kurang presisi saat dilihat dari jarak tertentu. Untuk mengeceknya, calon pembeli bisa berdiri sekitar empat meter dari kendaraan dengan posisi sedikit menyamping agar lebih mudah melihat bentuk keseluruhan.

Kerusakan akibat benturan pada bagian pintu juga dapat menyebabkan perubahan bentuk pada panel maupun bingkai. Cobalah membuka dan menutup pintu beberapa kali. Jika pintu terasa berat, tidak presisi, atau sulit menutup rapat, maka kondisi tersebut bisa menjadi indikasi adanya riwayat kecelakaan.

Perubahan warna pada engsel pintu juga dapat menjadi petunjuk adanya proses pengecatan ulang. Pada kondisi standar pabrik, engsel biasanya memiliki warna logam silver atau kekuningan. Namun, jika warnanya sama dengan warna body mobil, hal itu dapat menandakan engsel ikut terkena cat saat proses repaint setelah perbaikan body.

Terakhir, mobil yang pernah mengalami kecelakaan besar berpotensi mengalami kerusakan kaca sehingga harus diganti. Namun, pemasangan kaca pengganti terkadang tidak sepresisi standar pabrik. Karena itu, pembeli perlu memeriksa posisi kaca dan kerapian pemasangannya untuk memastikan tidak ada tanda perbaikan besar yang tersembunyi.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar