Bank investasi Nomura baru saja mengubah pandangannya terhadap pasar saham Indonesia. Mereka menurunkan rekomendasi dari "overweight" menjadi "neutral". Langkah ini mengikuti jejak dua raksasa keuangan lain, UBS dan Goldman Sachs, yang sudah lebih dulu bersikap hati-hati pekan lalu.
Riset Nomura yang dirilis Minggu lalu menyingkap sebuah kekhawatiran. Bagi investor institusional besar, kelayakan investasi atau "investabilitas" pasar kita mulai dipertanyakan. Ini bukan isu sepele.
Pemicu utamanya? Peringatan dari MSCI soal kemungkinan Indonesia diturunkan statusnya ke kategori Frontier Market. Kabar itu, jujur saja, cukup mengejutkan.
"Peringatan MSCI mengenai potensi penurunan ke Frontier Market datang sebagai kejutan, baik bagi kami maupun pasar,"
Artikel Terkait
Paradise Indonesia Pacu Pendapatan Berulang, Bidik 75% dari Total Pemasukan pada 2026
APBN Siap Danai Gerakan Gentengisasi Prabowo untuk Perbaiki Pemandangan Indonesia
Hauling Road RMKE Pacu Kinerja, Target Angkut 2026 Naik 50%
Di Tengah Gempuran Baterai LFP, IBC Yakin Masa Depan Nikel Indonesia Tetap Cerah