Nomura Ikut UBS dan Goldman Sachs, Turunkan Rekomendasi Pasar Saham RI

- Senin, 02 Februari 2026 | 16:40 WIB
Nomura Ikut UBS dan Goldman Sachs, Turunkan Rekomendasi Pasar Saham RI

Bank investasi Nomura baru saja mengubah pandangannya terhadap pasar saham Indonesia. Mereka menurunkan rekomendasi dari "overweight" menjadi "neutral". Langkah ini mengikuti jejak dua raksasa keuangan lain, UBS dan Goldman Sachs, yang sudah lebih dulu bersikap hati-hati pekan lalu.

Riset Nomura yang dirilis Minggu lalu menyingkap sebuah kekhawatiran. Bagi investor institusional besar, kelayakan investasi atau "investabilitas" pasar kita mulai dipertanyakan. Ini bukan isu sepele.

Pemicu utamanya? Peringatan dari MSCI soal kemungkinan Indonesia diturunkan statusnya ke kategori Frontier Market. Kabar itu, jujur saja, cukup mengejutkan.

"Peringatan MSCI mengenai potensi penurunan ke Frontier Market datang sebagai kejutan, baik bagi kami maupun pasar,"

Demikian penuturan Chetan Seth, seorang strategist di Nomura, seperti dilansir Bloomberg, Senin (2/2). Meski penurunan status bukan skenario utama yang mereka perhitungkan, kemungkinannya tetap ada. Dan risiko semacam ini, menurut Seth, sulit diabaikan oleh para investor besar. Imbasnya bisa berupa tekanan yang berlarut-larut di pasar.

Sebelumnya, Nomura sebenarnya cukup optimis. Mereka melihat valuasi saham yang menarik, ditambah harapan akan stabilnya ekonomi dan laba perusahaan. Ekspektasi pasar pun dinilai sudah sangat rendah setelah sekian lama kinerjanya lesu. Kombinasi antara harga saham dan nilai tukar rupiah sempat terlihat menjanjikan bagi investor yang punya kesabaran.

Namun begitu, situasinya berubah. Ancaman arus keluar dana pasif, ditambah dengan memburuknya sentimen investabilitas, memaksa Nomura untuk mundur selangkah. Mereka kini memilih bersikap lebih waspada menatap prospek saham Indonesia ke depan.

Jadi, dalam waktu singkat, sudah tiga lembaga keuangan global besar yang merevisi pandangannya. Ini jelas sinyal yang patut dicermati oleh semua pemain di pasar modal Indonesia.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler