Trotoar Fatmawati Diserbu Motor, Penyandang Tunanetra Terhambat

- Senin, 02 Februari 2026 | 16:40 WIB
Trotoar Fatmawati Diserbu Motor, Penyandang Tunanetra Terhambat

Trotoar di Fatmawati, Jakarta Selatan, ramai jadi perbincangan. Bukan karena perbaikannya, tapi justru karena disesaki motor yang diparkir seenaknya. Kejadian ini bikin geram, terutama bagi para penyandang tunanetra yang kesulitan melintas.

Menurut sejumlah saksi, kondisi itu benar-benar menyulitkan. Bayangkan saja, jalur yang seharusnya aman untuk pejalan kaki, malah berubah jadi arena parkir liar.

Merespon viralnya kejadian ini, jajaran Dinas Perhubungan DKI Jakarta akhirnya angkat bicara. Mereka berjanji bakal turun tangan untuk menertibkan lokasi tersebut.

“Kami akan memberikan perhatian terhadap lokasi tersebut,” tegas perwakilan Dishub, Senin lalu.

Rencananya, petugas akan dikerahkan untuk mengamankan trotoar. Penertiban tak akan cuma sekali, tapi dilakukan secara rutin dengan melibatkan beberapa pihak.

“Petugas kami akan melakukan penertiban parkir liar di lokasi tersebut. Penjagaan dilakukan secara rutin berkolaborasi dengan Satpol PP dan instansi terkait,” jelasnya lagi.

Memang, urusan parkir liar ini bukan perkara sederhana. Butuh upaya terus-menerus. Mulai dari penjagaan, pembenahan, sampai operasi rutin. Makanya Dishub juga menggandeng TNI dan Polri, bukan cuma untuk urusan parkir, tapi juga menjaga ketertiban umum dan menindak pelanggaran lainnya.

Di sisi lain, mereka mengakui bahwa keluhan serupa masih bertebaran di wilayah lain. Laporannya terus mengalir. Meski begitu, pihak Dishub memastikan setiap aduan akan ditindaklanjuti.

“Kami akui pengaduan masyarakat terkait parkir liar ini masih cukup banyak. Tapi satu demi satu kami bantu selesaikan bersama-sama,” katanya.

Soal penanganannya, mereka menyebut ada kolaborasi dengan Unit Pengelola Parkir. Hanya saja, unit ini tidak bisa bekerja sendirian. Perlu dukungan dari Suku Dinas Perhubungan setempat, Satpol PP, plus dukungan TNI dan Polri di lapangan.

Intinya, masalah klasik ini butuh penanganan serius dan berkelanjutan. Warga, terutama yang paling terdampak seperti penyandang disabilitas, tentu menunggu janji ini diwujudkan dalam aksi nyata.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar