Imigrasi mengungkap bahwa dua warga negara China, RW dan JW, yang diduga sebagai pelaku pembobolan rumah mewah di kawasan Rancamaya, Kota Bogor, telah tercatat dua kali memasuki wilayah Indonesia. Pada kunjungan pertama, keduanya langsung meninggalkan Indonesia sehari setelah menjalankan aksi pencurian tersebut.
“Mereka (pelaku RW dan JW) sudah dua kali masuk ke Indonesia, iya keduanya sudah dua kali,” ujar Kepala Seksi Intelijen, Penindakan, dan Kesaksian Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor, Muhdy Assegaf, kepada wartawan pada Rabu, 6 Mei 2026.
Menurut Muhdy, RW dan JW pertama kali masuk ke Indonesia pada 14 dan 16 Maret melalui rute penerbangan Guangzhou Soekarno-Hatta. Keduanya kembali terdeteksi memasuki Indonesia pada 23 dan 24 April melalui Bali. Pada perjalanan pertama, mereka tercatat meninggalkan Indonesia secara bersamaan menuju China pada 23 Maret, atau hanya sehari setelah peristiwa pencurian di Rancamaya. Kepulangan itu dilakukan melalui Bandara Soekarno-Hatta dengan rute Jakarta Guangzhou.
“Habis pencurian, kan mereka (pelaku RW dan JW) keluar (meninggalkan Indonesia) dengan pesawat Garuda dari Soekarno-Hatta ke Guangzhou. Jadi total mereka tinggal cuma delapan hari untuk JW, dan RW sepuluh hari. Nah, ini riwayat perjalanan pertama,” jelas Muhdy.
Pada kunjungan kedua, RW dan JW kembali terdeteksi masuk ke Indonesia melalui bandara di Bali masing-masing pada 23 dan 24 April. RW tiba dari Malaysia dengan rute Kuala Lumpur Bali, sementara JW datang dari Hong Kong dengan rute Hong Kong Bali. Keduanya kemudian diamankan oleh petugas Imigrasi Ngurah Rai setelah sistem pada aplikasi Subject of Interest mendeteksi keberadaan mereka di bandara Bali pada Sabtu, 2 Mei. Saat itu, keduanya sedang bersiap untuk terbang meninggalkan Indonesia.
“Nah, kemudian dia (pelaku RW) mau keluar (tinggalkan Indonesia) di tanggal 2 Mei 2026 dan diamankan lebih dulu ketika mau keluar di Denpasar. (Pelaku JW) keluarnya sama, bareng di tanggal 2 Mei pas diamankan itu. (Hendak terbang) menggunakan pesawat AirAsia, tetapi lebih dulu diamankan teman-teman Imigrasi Ngurah Rai,” kata Muhdy.
Seperti diketahui, RW dan JW merupakan warga negara China yang diduga terlibat dalam pencurian di sebuah rumah kosong di perumahan elite Rancamaya, Kota Bogor, pada 22 Maret lalu. Dalam aksinya, para pelaku menggunakan topeng bergambar wajah pesepak bola Lionel Messi dan membawa kabur harta benda korban dengan nilai kerugian mencapai lebih dari Rp1 miliar.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi, menyatakan bahwa kedua pelaku telah ditangkap di Bandara Ngurah Rai, Bali, saat hendak kembali ke negara asalnya pada Sabtu, 2 Mei. Sementara itu, dua pelaku lain yang berinisial AL dan LS telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).
“Untuk yang ditahan ini ada dua (pelaku), yaitu RW dan JW. Untuk (pelaku) AL dan LS, itu kita sedang koordinasikan dengan Hubinter terkait Red Notice dan hal lainnya,” kata Aji dalam jumpa pers di Mapolresta Bogor, Selasa, 5 Mei.
Dalam kasus ini, setidaknya tiga orang pelaku terekam kamera pengawas (CCTV). Keunikan dari aksi mereka adalah penggunaan topeng bergambar wajah Lionel Messi saat membobol rumah korban.
Artikel Terkait
Ratusan Bikers Matic Meriahkan Bogor Ride, Motul Hadirkan Komunitas dan Selebritas
Bamsoet Sebut Radikalisme di Tubuh Polri Ancaman Serius bagi Legitimasi Negara
Densus 88 Tangkap Delapan Terduga Teroris JAD di Poso dan Parigi Moutong
Pemerintah Siapkan Insentif untuk 100 Ribu Unit Motor dan Mobil Listrik