Di tengah dingin yang menggigit dan ancaman pemadaman listrik, warga Kiev justru menemukan cara tak biasa untuk menghangatkan jiwa. Mereka memadati sungai Dnipro yang membeku, mengubahnya menjadi arena bermain raksasa di hari Minggu (1/2) itu. Bukan untuk mengeluh, melainkan untuk berseluncur, ngedrift, bahkan menari mengikuti irama musik dari seorang DJ yang pemberani.
Menurut sejumlah saksi, suasana di atas es terasa seperti sebuah perayaan kecil. Ada yang sekadar berjalan-jalan menikmati sunset, yang lain tertawa riang sambil mencoba berdiri di atas sepatu roda mereka. Kegelapan dan dinginnya apartemen tanpa pemanas sejenak terlupakan.
Padahal, situasinya sungguh tidak mudah. Serangan rudal dan drone Rusia yang terus menyasar infrastruktur sipil telah melumpuhkan pasokan pemanas di ibu kota. Hampir 700 gedung apartemen terdampak, seperti disampaikan Wakil PM Oleksiy Kuleba kepada Reuters. Gelombang dingin ekstmem pun melanda.
Namun begitu, semangat untuk hidup tetap menyala. Seperti yang diungkapkan Andriy Ziganshin, salah seorang warga.
Ia mencoba menikmati musim dingin meskipun ada serangan dan kekurangan energi.
Bagi banyak orang, acara spontan di atas sungai beku ini lebih dari sekadar rekreasi. Ini adalah bentuk ketangguhan, sebuah jeda yang menyenangkan di tengah kerasnya kenyataan perang. Di sisi lain, ini juga pengingat bahwa di balik berita-berita serangan, ada manusia yang berusaha menemukan secercah cahaya atau dalam hal ini, es di kegelapan musim dingin mereka.
Artikel Terkait
Polisi Bekuk Suami di Mojokerto yang Aniaya Istri dan Mertua hingga Tewas, Pelaku Ditangkap di Surabaya
Anies Baswedan: Guru yang Beri Inspirasi dan Nilai Tak Tergantikan oleh AI
Pemkot Brebes Ancam Pecat ASN yang Bolos 12 Hari Tanpa Keterangan
PTDI Klaim Pesawat N-219 Solusi Tepat untuk Konektivitas Daerah Terpencil dan Kepulauan