Danantara Garap Properti di Makkah, Utang Luar Negeri RI Turun

- Selasa, 16 Desember 2025 | 05:54 WIB
Danantara Garap Properti di Makkah, Utang Luar Negeri RI Turun

Berita soal akuisisi aset Danantara di Arab Saudi ramai jadi perbincangan di awal pekan ini. Senin (15/12), Danantara Indonesia lewat Danantara Investment Management (DIM) resmi melakukan penandatanganan perjanjian strategis dengan Thakher Development Company di Makkah. Kerja sama ini mencakup akuisisi beberapa aset sekaligus, dan langsung menarik perhatian banyak pihak.

Di sisi lain, kabar menggembirakan juga datang dari data utang luar negeri kita yang ternyata mengalami penurunan. Dua topik inilah yang mendominasi pemberitaan hari ini.

Danantara Merambah Bisnis Hotel dan Properti di Kota Suci

Ini langkah besar. Akuisisi yang dilakukan Danantara mencakup aset perhotelan dan sejumlah bidang tanah di kawasan Thakher City, Makkah lokasinya cuma sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Bisa dibilang, ini adalah pintu masuk pertama mereka ke sektor hospitality di kota suci tersebut. Strateginya jelas: memenuhi kebutuhan akomodasi jemaah haji dan umrah asal Indonesia yang jumlahnya sangat signifikan.

Bayangkan saja, setiap tahunnya lebih dari dua juta orang Indonesia berangkat umrah. Sementara untuk haji, angkanya konsisten di atas 200 ribu jemaah. Potensi pasarnya sangat besar.

Dalam kesepakatan itu, DIM mengakuisisi Novotel Makkah Thakher City yang punya 1.461 kamar. Tak cuma itu, mereka juga mendapatkan 14 bidang tanah dengan total luas sekitar 4,4 hektare. Lahan-lahan itu rencananya bakal dikembangkan ke depannya.

Rosan P. Roeslani, CEO Danantara Indonesia, menjelaskan rencana pengembangan aset tersebut.

"Aset lahan ini akan kami kembangkan bertahap dalam sebuah master plan terpadu. Nantinya akan ada fasilitas perhotelan, ritel, dan berbagai sarana pendukung lain. Semua ini kami sesuaikan dengan rencana pengembangan kawasan Makkah secara keseluruhan," ujarnya.

Kalau semua rencana berjalan, pengembangan ini berpotensi menambah kapasitas kamar hotel hingga sekitar 5.000 unit. Tentu saja, angka finalnya masih menunggu hasil studi lebih lanjut dan persetujuan dari regulator setempat.

Ada Kabar Baik dari Utang Luar Negeri

Sementara berita investasi ramai dibicarakan, ada perkembangan positif dari sisi keuangan negara. Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2025 tercatat turun. Angkanya mencapai USD 423,9 miliar, atau setara Rp 7.063 triliun jika mengacu pada kurs Rp 16.662 per dolar AS. Sebulan sebelumnya, posisinya masih USD 425,6 miliar.

Bank Indonesia (BI) merilis keterangan resmi pada Senin (15/12). Menurut BI, secara tahunan ULN Indonesia masih tumbuh tipis 0,3 persen, yang terutama dipengaruhi pertumbuhan utang sektor publik.

Namun begitu, ULN pemerintah justru tumbuh lebih rendah. Posisinya per Oktober 2025 ada di angka USD 210,5 miliar, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 4,7 persen. Tren ini cukup menggembirakan.

Penurunan ini tak lepas dari masih mengalirnya modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional kita. Rupanya, kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia tetap terjaga, meski ketidakpastian pasar keuangan global sedang meningkat.

Lalu, untuk apa saja utang pemerintah itu digunakan? Sebagian besar dialokasikan ke beberapa sektor kunci. Yang terbesar adalah untuk Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (22,2%), disusul Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (19,6%). Kemudian ada alokasi untuk Jasa Pendidikan (16,4%), Konstruksi (11,7%), serta Transportasi dan Pergudangan (8,6%).

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler