Wisatawan Nusantara Tembus 96 Juta Perjalanan pada Oktober 2025

- Senin, 01 Desember 2025 | 14:30 WIB
Wisatawan Nusantara Tembus 96 Juta Perjalanan pada Oktober 2025

Jakarta, Senin (1/12/2025) – Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis data terkini soal pergerakan wisatawan dalam negeri. Angkanya cukup menarik untuk dicermati. Di bulan Oktober 2025 lalu, tercatat ada 96 juta perjalanan yang dilakukan oleh wisatawan nusantara atau wisnus. Itu artinya, terjadi kenaikan sekitar 1,74 persen dibanding bulan sebelumnya.

Yang lebih menggembirakan, jika dibandingkan dengan Oktober tahun sebelumnya, pertumbuhannya justru lebih signifikan. "Jika dibandingkan Oktober 2024, perjalanan wisnus juga mengalami peningkatan sebesar 17,90 persen secara year on year," jelas Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, dalam rilisnya di Jakarta.

Secara keseluruhan, dari Januari hingga Oktober 2025, gelombang perjalanan wisnus benar-benar terasa. Kumulatifnya mencapai 900,97 juta perjalanan. Angka itu menunjukkan lompatan hampir 19 persen dibanding periode yang sama di tahun 2024. Trennya jelas: orang Indonesia makin gemar menjelajahi destinasi di dalam negeri.

Lalu, bagaimana dengan mereka yang traveling ke luar negeri? Kelompok yang disebut sebagai wisatawan nasional (wisnas) ini mencatatkan 725.415 perjalanan di bulan yang sama. Memang ada kenaikan bulanan sebesar 4,24 persen. Namun begitu, bila dilihat dari kacamata tahunan, justru terjadi penurunan tipis 0,80 persen.

Meski begitu, secara akumulatif sepanjang sepuluh bulan pertama 2025, perjalanan wisnas tetap tumbuh. Angkanya mencapai 7,55 juta, naik 2,18 persen dari periode sebelumnya.

Di sisi lain, data tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang juga punya cerita sendiri. Pada Oktober 2025, TPK nasional berada di level 52,84 persen. Naik 2,68 poin dari September, tapi sayangnya masih turun 2,83 poin dibanding Oktober tahun lalu. Fluktuasi yang wajar di dunia pariwisata.

Yang mencolok adalah kinerja provinsi tertentu. Papua Selatan, misalnya, jadi pemuncak dengan TPK tertinggi se-Indonesia, yakni 66,49 persen.

"TPK klasifikasi hotel bintang tertinggi tercatat di provinsi Papua Selatan yakni sebesar 66,49 persen yang didorong oleh adanya event besar dan kunjungan kerja pemerintah pusat," papar Pudji.

Bahkan, provinsi tersebut juga mencatat kenaikan bulanan TPK terbesar, yaitu melonjak 14,48 poin persentase. Data BPS menunjukkan, sebagian besar provinsi mengalami peningkatan TPK di Oktober, meski empat provinsi lain justru catat penurunan.

Jadi, secara umum, semangat jalan-jalan di dalam negeri masih sangat kuat. Data-data ini setidaknya memberikan gambaran optimis bagi pelaku usaha di sektor pariwisata dan akomodasi.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar