IHSG Menguat 0,82% ke 8.339, Sektor Properti Melonjak 5,16%
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan dengan sentimen positif, dibuka menguat 0,61 persen ke level 8.322 pada perdagangan Senin (27/10/2025). Penguatan berlanjut semenit setelah pembukaan, dengan IHSG terdongkrak 0,82 persen ke posisi 8.339.
Pergerakan pasar saham Indonesia hari ini didominasi oleh sentimen optimis, terlihat dari 342 saham yang menguat, 153 saham melemah, dan 461 saham lainnya stagnan. Transaksi awal tercatat mencapai Rp1 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 1,8 miliar lembar saham.
Pergerakan Indeks Lainnya
Indeks-indeks utama lainnya juga menunjukkan kinerja positif. Indeks LQ45 naik 1,23 persen ke level 838,32, diikuti Indeks JII yang menguat 1,04 persen ke 579,74. Indeks MNC36 naik 1,23 persen ke 342,49, sementara IDX30 mengalami kenaikan 1,27 persen ke level 439,81.
Kinerja Sektoral: Properti Jadi Primadona
Secara sektoral, hampir semua indeks catatkan penguatan dengan sektor properti menjadi yang paling menonjol setelah melonjak 5,16 persen. Berikut rincian pergerakan indeks sektoral lainnya:
- Konsumer Non Siklikal: 1,28%
- Bahan Baku: 0,89%
- Industri: 0,80%
- Kesehatan: 0,74%
- Keuangan: 0,65%
- Infrastruktur: 0,61%
- Teknologi: 0,49%
- Energi: 0,32%
- Konsumer Siklikal: 0,26%
- Transportasi: 0,02%
Top Gainers dan Top Losers
Pada sesi awal perdagangan, tiga saham yang memimpin penguatan (top gainers) adalah:
- PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC): 34,82% ke Rp151
- PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN): 24,69% ke Rp1.010
- PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL): 23,19% ke Rp85
Sementara itu, saham-saham yang mengalami tekanan jual (top losers) antara lain:
- PT Insigt Investment Management Tbk (XILV): -15% ke Rp102
- PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL): -14,71% ke Rp406
- PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL): -14,71% ke Rp290
Artikel Terkait
Harga Minyak Anjlok ke Level Terendah Sejak Sebelum Perang dengan Iran, Pasokan Selat Hormuz Mulai Pulih
MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia, Beri Waktu Reformasi Hingga November 2026
Wall Street Ditutup Mixed: Saham Teknologi Tertekan, Maskapai dan Perumahan Menguat
Wall Street Ditutup Mixed, Saham Teknologi Tertekan Kekhawatiran Valuasi