Di tengang ramainya prediksi perang global, Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan sikap Indonesia. Negara ini, tegasnya, takkan ikut serta dalam pakta militer manapun. Prinsip bebas aktif dan nonblok adalah komitmen yang tak bisa ditawar.
Pernyataan itu ia sampaikan dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Senin lalu. Bertempat di Sentul International Convention Center, Bogor, Prabowo secara khusus membahas ancaman Perang Dunia ke-3 dan bagaimana Indonesia harus menyikapinya. Meski tak terlibat langsung, dampaknya pasti akan terasa. Bagi dia, prinsip nonblok ini warisan para pendiri bangsa yang harus diteruskan.
“Karena itu saya jalankan sebagai mandataris, meneruskan warisan pendiri bangsa. Saya menjalankan politik luar negeri yang menganut tetap garis bebas aktif tapi nonblok. Kita tidak akan ikut pakta militer manapun,” kata Prabowo.
Ia lantas mengutip filosofi yang dipegangnya: punya seribu kawan masih terasa sedikit, sedangkan satu lawan saja sudah terlalu banyak. Namun, Prabowo tak menutup mata. Memilih jalan nonblok bukan berarti tanpa risiko. Itu pilihan yang berat konsekuensinya.
“Itu garis kita. Tapi kita mengerti semua, ya, kita mengerti semua. Kalau kita sungguh-sungguh mau nonblok, kalau kita sungguh-sungguh mau tidak terlibat dalam pakta, kalau kita sungguh-sungguh mau bersahabat sama semua, berarti kita sendiri. Kalau kita diancam, kalau kita diserang, tidak akan ada yang bantu kita, saudara-saudara. Percaya sama saya, nobody is going to help us,” ucapnya dengan nada serius.
Artikel Terkait
Prabowo Ambil Alih: 34 Proyek Pengolah Sampah Jadi Listrik Dikebut dalam Dua Tahun
Nasib Petani Tertekan, Nelayan Tersenyum di Awal 2026
Prabowo Beri Sinyal Keras: Siap-Siap Dipanggil Kejaksaan
Denada Akui Ressa sebagai Anak Kandung, Minta Maaf Setelah 24 Tahun