Prabowo Tegaskan Nonblok, Tapi Ingatkan: Tak Ada yang Akan Bantu Kita

- Senin, 02 Februari 2026 | 13:40 WIB
Prabowo Tegaskan Nonblok, Tapi Ingatkan: Tak Ada yang Akan Bantu Kita

Di tengang ramainya prediksi perang global, Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan sikap Indonesia. Negara ini, tegasnya, takkan ikut serta dalam pakta militer manapun. Prinsip bebas aktif dan nonblok adalah komitmen yang tak bisa ditawar.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Senin lalu. Bertempat di Sentul International Convention Center, Bogor, Prabowo secara khusus membahas ancaman Perang Dunia ke-3 dan bagaimana Indonesia harus menyikapinya. Meski tak terlibat langsung, dampaknya pasti akan terasa. Bagi dia, prinsip nonblok ini warisan para pendiri bangsa yang harus diteruskan.

“Karena itu saya jalankan sebagai mandataris, meneruskan warisan pendiri bangsa. Saya menjalankan politik luar negeri yang menganut tetap garis bebas aktif tapi nonblok. Kita tidak akan ikut pakta militer manapun,” kata Prabowo.

Ia lantas mengutip filosofi yang dipegangnya: punya seribu kawan masih terasa sedikit, sedangkan satu lawan saja sudah terlalu banyak. Namun, Prabowo tak menutup mata. Memilih jalan nonblok bukan berarti tanpa risiko. Itu pilihan yang berat konsekuensinya.

“Itu garis kita. Tapi kita mengerti semua, ya, kita mengerti semua. Kalau kita sungguh-sungguh mau nonblok, kalau kita sungguh-sungguh mau tidak terlibat dalam pakta, kalau kita sungguh-sungguh mau bersahabat sama semua, berarti kita sendiri. Kalau kita diancam, kalau kita diserang, tidak akan ada yang bantu kita, saudara-saudara. Percaya sama saya, nobody is going to help us,” ucapnya dengan nada serius.

Maka dari itu, pesannya jelas: Indonesia harus kuat. Harus mandiri. Ia mengingatkan pesan Bung Karno tentang berdiri di atas kaki sendiri, juga ajaran Panglima Besar Sudirman untuk percaya pada kekuatan sendiri. Itulah satu-satunya jaminan.

Membaca dinamika geopolitik global, Prabowo melihat realitas yang keras. Dunia ini, menurutnya, bukan tempat yang ideal. Teori-teori indah seringkai tak berlaku di lapangan.

“Dengan segala hormat kepada para pakar yang pandai dan pintar, yang punya banyak gelar saya hormati mereka, tapi dunia ini adalah keadaan nyata, bukan keadaan ideal. Saya selalu mengingatkan, mengajarkan yang berlaku di dunia ini sekarang adalah yang kuat akan berbuat apa yang mereka kehendaki, yang lemah akan menderita,” lanjut Prabowo.

Sebagai presiden, tanggung jawab utamanya adalah keselamatan rakyat. Itu yang utama. Karena itulah, Indonesia akan berusaha bersikap baik kepada semua pihak. Tujuannya untuk melindungi kepentingan nasional, meski kadang hati tak sejalan.

“Kadang-kadang gampang untuk kita bilang, gampang kita ngomong, tapi kadang-kadang tidak gampang untuk dilaksanakan. Kadang-kadang hati kita bergejolak, tapi kita harus senyum karena kita sudah memilih akan baik sama semua, untuk melindungi rakyat kita,” pungkasnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar