Prabowo Ambil Alih: 34 Proyek Pengolah Sampah Jadi Listrik Dikebut dalam Dua Tahun

- Senin, 02 Februari 2026 | 14:50 WIB
Prabowo Ambil Alih: 34 Proyek Pengolah Sampah Jadi Listrik Dikebut dalam Dua Tahun

Di balik layar Sentul International Convention Center yang megah, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sebuah pernyataan tegas. Pemerintah pusat, katanya, akan mengambil alih kendali penanganan sampah. Langkah konkretnya? Membangun proyek pengolahan sampah menjadi listrik atau waste to energy di berbagai daerah.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, Senin lalu. Suasana ruang rapat mungkin formal, tapi nada yang ia gunakan terdengar sangat mendesak.

“Diproyeksi hampir semua TPA sampah akan mengalami over capacity pada 2028 bahkan lebih cepat,” ujar Prabowo.

Kalimat itu ia lontarkan tanpa basa-basi. Ia menggambarkan sebuah krisis yang tinggal menghitung hari. Tumpukan sampah yang kian menggunung, tempat pembuangan akhir yang sudah nyaris tak sanggup menampung.

Namun begitu, ia tak hanya membawa kabar buruk. Di sisi lain, Prabowo langsung menawarkan solusi. Pemerintah berencana membuka puluhan proyek pengolah sampah untuk meredam lonjakan itu. Targetnya ambisius: selesai dalam dua tahun.

“Untuk itu, tahun ini kita akan buka 34 proyek pembangunan waste to energy di 34 kota,” tegasnya.

Ia bahkan mendesak percepatan. “Ini saya minta ground breaking-nya beberapa bulan ini dilaksanakan. Kita perkirakan dua tahun lagi segera berfungsi.”

Angkanya pun tak main-main. Prabowo menyebut nilai investasi untuk 34 titik proyek tersebut mencapai hampir 3,5 miliar dolar AS. Sebuah angka yang menunjukkan betapa seriusnya pemerintah menangani persoalan ini.

Meski demikian, ia sadar beberapa daerah sudah punya inisiatif sendiri. Menurutnya, pemda bisa berimprovisasi. Tapi intinya, kerja sama mutlak diperlukan.

“Penyelesaian masalah sampah, kita perlu kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah,” jelas Prabowo.

Lalu ia menegaskan kembali posisinya dengan nada yang lebih kuat. “Tetapi kita tidak boleh menunggu. Karena itu, bila perlu demi kepentingan rakyat, pemerintah pusat yang akan memimpin.”

Pernyataan penutup itu seperti menegaskan, soal sampah, waktu sudah sangat mepet. Dan Jakarta akan mengambil alih kemudi.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar