Suasana mencekam tiba-tiba menyapu Stadion Giovanni Zini, Minggu dini hari tadi. Laga Cremonese melawan Inter Milan yang berjalan alot, harus terhenti sejenak karena sebuah kejadian yang sama sekali tak diharapkan. Sebuah flare, tiba-tiba saja meluncur dari tribun dan mendarat tepat di area kotak penalti Cremonese.
Korbannya adalah kiper mereka, Emil Audero. Benda itu mengenai dirinya dan membuatnya langsung terjatuh. Ledakannya disusul kepulan asap tebal yang membuat area pertahanan Cremonese jadi tak jelas dilihat. Beberapa pemain sempat bingung, tak paham apa yang terjadi, sebelum akhirnya melihat rekan mereka tergeletak.
Pelatih Davide Nicola, yang menyaksikan dari pinggir lapangan, mengaku jantungnya langsung berdebar kencang.
"Saya cuma lihat kejadian akhirnya dan langsung takut. Saya kira dia kena lemparan yang keras. Syukurlah, Emil bilang dia bisa lanjut bermain,"
kata Nicola, masih terdengar khawatir. Pernyataannya itu dikutip langsung dari rilis resmi klub.
Memang, Audero akhirnya bisa bangun dan melanjutkan pertandingan. Tapi, kekhawatiran itu tidak serta merta hilang. Menurut laporan Associated Press, kiper berusia 29 tahun itu mengalami luka di kaki kanannya. Bukan cuma itu, telinga kanannya juga sempat terganggu akibat ledakan flare tadi. Cukup serius untuk sebuah aksi yang disebut sebagai "dukungan".
Nicola pun tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Dengan nada tegas, ia menyayangkan tindakan segelintir suporter yang dinilainya sudah kelewat batas dan membahayakan nyawa orang lain.
"Ini kejadian yang sebenarnya bisa diberantas kalau ada kemauan. Saya minta pihak-pihak bertanggung jawab untuk tingkatkan budaya olahraga kita dan segera cari solusi,"
tegasnya. Kritik itu jelas ditujukan untuk banyak pihak.
Nah, insiden di Cremonese ini lagi-lagi bikin kita mengernyit. Soal keamanan di stadion Serie A sepertinya masih jadi pekerjaan rumah yang besar. Kejadian menimpa Audero harusnya jadi alarm pengingat: perlindungan untuk pemain, ofisial, dan semua orang di dalam stadion, tidak bisa ditawar lagi. Harus lebih ketat. Kalau tidak, hal-hal mengerikan seperti ini hanya akan terulang.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares