Di hadapan para kepala daerah dan pejabat pusat yang berkumpul di Sentul, Bogor, Senin lalu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang cukup tegas. Rakornas pemerintah pusat dan daerah tahun 2026 itu menjadi panggung baginya untuk mengingatkan sesuatu: persaingan politik jangan sampai merusak nama baik bangsa.
Menurutnya, kerap ada upaya untuk menjelek-jelekkan Indonesia hanya karena perbedaan sikap terhadap segelintir orang. "Ada tuduhan untuk menjelekkan kita sebagai bangsa," ujarnya.
"Jadi begini, kalau saudara tidak suka dengan 2-3 orang, jangan merusak seluruh bangsa."
Pernyataan itu ia sampaikan dalam Taklimat Presiden, menanggapi berbagai kritik dan penolakan yang belakangan mengemuka. Prabowo tampaknya ingin meluruskan batas. Ketidaksetujuan politik, baginya, wajar saja. Namun begitu, semestinya disalurkan lewat jalur yang benar, bukan dengan cara yang justru mengancam ketertiban.
Ia bahkan secara khusus menyebut momentum pemilihan umum mendatang sebagai arena yang tepat. "Kalau tidak suka sama prabowo silakan 2029 bertarung. Sedikit-sedikit mau demo," katanya.
Artikel Terkait
Tangis Nenek Saudah di Senayan: Gugat Tambang Ilegal dan Pengabaian Negara
Forum Aksi Kirim Bantuan dan Serukan Percepatan Pemulihan di Aceh
Mediasi Berhasil Atasi Aduan Jemaah Umrah soal Fasilitas Hotel
Guru Honorer Yogya Bergaji Rp500 Ribu, DPRD Ingatkan Bahaya Program Makan Gratis