Namun, ada catatan penting dari pernyataan itu. Demo boleh, tapi niatnya harus jelas. "Dia tidak berharap demo, dia berharap kerusuhan," tambah Prabowo, merujuk pada oknum-oknum tertentu.
Di sisi lain, Presiden tak ragu menyatakan sikap tegasnya terhadap aksi anarkis. Kerusuhan, bakar-bakar, dan bom molotov bukan sekedar unjuk rasa. Itu tindakan kriminal yang membahayakan banyak orang.
"Kerusuhan itu mencelakakan bangsa dan negara. Bakar-bakar dan bom molotov saya katakan itu membahayakan dan itu pidana," tegasnya.
"Saya tidak ragu-ragu."
Pesan itu menggema di ruang rapat, sekaligus mengingatkan semua pihak bahwa gelanggang politik sesungguhnya masih panjang. Masih ada waktu untuk bertarung secara sehat nanti, di 2029.
Artikel Terkait
Empat Kompresor AC Kantor Agama Binjai Raib, Tersangka Diamankan dengan Bukti Tembaga
Indonesia Bidik Hadiah Nobel Lewat Manajemen Talenta Siswa
Janur Palmerah: Kisah di Balik Simbol Cinta yang Tak Pernah Tidur
KDM Soroti Sampah dan Atap Seng di Tengah Harmonisasi Program Prabowo