Tangerang Gelar Operasi Keselamatan Jaya, HP hingga Knalpot Bising Jadi Sasaran Razia

- Senin, 02 Februari 2026 | 16:05 WIB
Tangerang Gelar Operasi Keselamatan Jaya, HP hingga Knalpot Bising Jadi Sasaran Razia

Operasi Keselamatan Jaya 2026 resmi dimulai di Kota Tangerang. Hari pertama digelar Senin (2/2/2026) lalu, dengan satu tujuan utama: menekan angka kecelakaan. Polisi berharap, lewat operasi ini kesadaran masyarakat untuk patuh aturan jalan bisa meningkat.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, menjelaskan lebih detail.

"Operasi ini kami lakukan sebagai langkah pencegahan, terutama jelang Operasi Ketupat nanti," katanya.

"Intinya, kami ingin menciptakan situas jalan yang aman dan nyaman untuk semua."

Nah, lalu apa saja sih yang jadi sasaran razia? Daftarnya cukup panjang. Polisi akan fokus pada pelanggaran-pelanggaran yang dinilai paling berbahaya dan sering memicu musibah. Misalnya, pengendara yang asyik main HP atau yang nekat kendarai mobil sambil mabuk. Pengendara di bawah umur juga bakal kena tilang.

Lalu, hal-hal teknis seperti penggunaan rotator lampu yang sembarangan, knalpot bising, sampai plat nomor yang tidak sesuai aturan, tak luput dari pengawasan. Yang paling sering kita lihat? Tentu saja pengendara motor tanpa helm SNI dan pengemudi yang malas pakai sabuk pengaman.

Di sisi lain, melawan arus dan ngebut juga masuk dalam daftar buruan. Begitu pula dengan pelanggaran marka berhenti dan kecepatan yang melebihi batas.

Namun begitu, Jauhari menegaskan bahwa operasi ini bukan semata soal tilang dan hukum. Pendekatannya lebih ke edukasi.

"Kami utamakan langkah preventif lewat sosialisasi yang terus-menerus," ungkapnya.

"Tapi, penegakan hukum tetap jalan. Dilakukan secara profesional dan tentu saja, manusiawi."

Untuk eksekusinya, polisi akan memperbanyak personel di titik-titik rawan. Teknologi juga dimaksimalkan. Mereka akan gunakan e-TLE, baik yang statis maupun yang mobile, ditambah drone untuk patroli presisi. Tindakan manual tetap dilakukan, tentu saja.

Pesan akhirnya sederhana tapi penting.

"Keselamatan di jalan itu tanggung jawab bersama," ucap Jauhari.

"Patuh aturan itu bukan cuma biar enggak kena sanksi. Lebih dari itu, buat keselamatan diri sendiri dan orang lain."

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler