Mediasi Berhasil Atasi Aduan Jemaah Umrah soal Fasilitas Hotel

- Senin, 02 Februari 2026 | 14:24 WIB
Mediasi Berhasil Atasi Aduan Jemaah Umrah soal Fasilitas Hotel

Lima aduan dari masyarakat berhasil ditangani Direktorat Jenderal Pengendalian Haji dan Umrah dalam rentang waktu 26 hingga 29 Januari lalu. Prosesnya? Mereka lebih mengutamakan mediasi dan duduk bersama. Tujuannya jelas: mencari penyelesaian yang adil dan berimbang untuk semua pihak yang terlibat.

Seluruh pemanggilan dan klarifikasi berjalan kondusif. Faktanya diklarifikasi, informasi dibuka, dan hak-hak setiap pihak tetap dijaga. Intinya, tidak ada yang dirugikan sejak dari awal proses.

Menurut Direktur Jenderal, Harun Al Rasyid, mediasi ini adalah langkah resmi. Prinsipnya win-win solution, tapi kewenangan negara sebagai regulator tetap tidak berkurang.

“Kami pakai pendekatan mediasi sebagai langkah awal yang adil,” ujar Harun di Jakarta, Senin (2/2). “Tapi kalau kesepakatan tidak tercapai, ya Kementerian akan bertindak. Ada mekanisme pengawasan dan langkah administratif yang siap kami jalankan sesuai aturan.”

Nah, salah satu kasus yang berhasil diselesaikan terjadi pada 29 Januari. Saat itu, jemaah umrah mengadukan salah satu PPIU karena fasilitas hotelnya tidak sesuai dengan janji di brosur paket perjalanan. Lewat mediasi yang terbuka, kedua belah pihak akhirnya menemui titik terang.

Kesepakatan itu pun dituangkan dalam berita acara dan ditandatangani bersama. Jadi, ada dasar hukum yang jelas untuk penyelesaiannya.

Di sisi lain, tidak semua kasus langsung beres. Beberapa aduan lainnya masih dalam tahap klarifikasi dan pendalaman lebih lanjut. Harun menegaskan, proses penanganan akan terus diawasi dan dipertanggungjawabkan.

“Kalau musyawarah mentok, ya kami akan ambil langkah berikutnya sesuai prosedur yang ada,” tandasnya.

Sebagai informasi, Kementerian Haji dan Umrah memang membuka kanal pengaduan resmi. Setiap laporan yang masuk akan ditangani secara objektif dan transparan. Perlindungan hak jemaah dan kepastian hukum dalam penyelenggaraan ibadah jadi prioritas utama mereka.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar