Mantan Presiden Joko Widodo, atau yang akrab disapa Jokowi, kemungkinan besar sulit merasakan ketenangan. Hal ini dikatakan pengamat politik Rocky Gerung. Menurutnya, selama berbagai kasus yang menyangkut dirinya belum tuntas di ranah hukum, suasana hati seperti itu akan terus membayangi.
Pernyataan itu disampaikan Rocky dalam sebuah podcast bersama jurnalis senior Hersubeno Arief, Kamis lalu. Ia melihat, kasus-kasus yang melibatkan Jokowi beserta para putra dan menantunya seolah mandek, tak kunjung menemui titik terang secara hukum.
"Ketegangan atau kegelisahan politik yang mengaitkan tiga anak Presiden Jokowi, di dalam kasus-kasus yang bersifat koruptif, termasuk beliau sendiri yang soal ijazah itu, sudah bertahun-tahun ada di situ tapi tidak punya kesempatan untuk dibuktikan secara akademis," ujar Rocky.
Ambil contoh kasus ijazah. Di satu sisi, Rocky menilai upaya yang digalang kelompok Roy Suryo terlihat semakin solid. Mereka gencar menyodorkan pembuktian akademis soal dugaan kepalsuan itu.
"Kita melihat pembuktian-pembuktian yang dibuat oleh kelompok Roy Suryo makin lama makin terasa bahwa memang ada metodologi dalam pembuktian itu," tuturnya.
Namun begitu, reaksi dari kubu Jokowi justru berbeda. Rocky, yang juga mantan dosen Filsafat UI ini, melihat perlawanan lebih banyak mengandalkan buzzer. Argumen yang dibangun pun dinilainya kurang jelas dasarnya.
"Para buzzer Pak Jokowi hanya (bisa mengatakan) 'ya kami sudah melihat itu asli dan kami yakin 100 persen Pak Jokowi ijazahnya asli dan kami tidak gentar untuk menghadapi tuntutan dari Roy Suryo CS itu'. Sementara Pak Jokowi justru ikut melaporkan (Roy Suryo CS)," pungkasnya.
Dinamika itulah yang membuat situasi terasa mengambang. Rocky Gerung sepertinya ingin menekankan, tanpa penyelesaian hukum yang jernih, ketegangan ini akan terus menjadi beban. Beban yang, pada akhirnya, menghalangi ketenangan hidup.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir