Impor Indonesia Tembus USD241,86 Miliar di 2025, Barang Modal Jadi Penyumbang Utama

- Senin, 02 Februari 2026 | 12:15 WIB
Impor Indonesia Tembus USD241,86 Miliar di 2025, Barang Modal Jadi Penyumbang Utama

Nilai impor Indonesia sepanjang tahun 2025 ternyata mencatatkan kenaikan. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka mencapai USD241,86 miliar. Itu artinya, naik sekitar 2,83 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 lalu.

Dalam konferensi pers yang digelar Senin (2/2/2026), Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, membeberkan rinciannya. Menurutnya, kenaikan itu tak lepas dari kontribusi impor non-migas yang membubung.

"Sepanjang Januari sampai dengan Desember 2025, total nilai impor mencapai USD241,86 miliar atau naik 2,83 persen dibanding periode yang sama,"

Demikian penjelasan Ateng. Dia lantas merinci, impor migas justru turun 9,67 persen menjadi USD32,77 miliar. Sebaliknya, sektor non-migas malah melonjak 5,11 persen, menyentuh angka USD209,69 miliar.

Nah, kalau ditelisik lebih jauh berdasarkan penggunaannya, peningkatan paling signifikan justru datang dari barang modal. Lonjakannya cukup tajam.

"Sebagai penyumbang utama peningkatan impor, nilai impor barang modal mencapai USD50,13 miliar atau naik 20,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan memberikan andil peningkatan sebesar 3,56 persen,"

tambah Ateng. Beberapa komoditas yang menyumbang kenaikan besar itu antara lain mesin atau perlengkapan elektrik, peralatan mekanis, serta kendaraan udara beserta bagian-bagiannya.

Di sisi lain, nasib dua kelompok barang lain justru berbanding terbalik. Impor bahan baku penolong sedikit meredup 0,83 persen ke posisi USD169,30 miliar. Begitu pula barang konsumsi, yang turun 1,35 persen menjadi USD22,42 miliar.

Lantas, dari mana saja barang-barang itu datang? Ternyata, peningkatan nilai impor paling menonjol terjadi dengan dua raksasa ekonomi: China dan Amerika Serikat. Sementara itu, catatan dengan Jepang, kawasan ASEAN, dan Uni Eropa justru menunjukkan tren penurunan.

Memasuki akhir tahun, tepatnya di bulan Desember 2025, geliat impor juga terlihat. Secara keseluruhan, nilai impor bulanan saat itu mencapai USD23,83 miliar naik 10,81 persen year-on-year. Rinciannya, impor migas bulanan sebesar USD3,35 miliar (naik 1,71 persen), sementara non-migas melesat 12,46 persen menjadi USD20,48 miliar.

Menurut Ateng, kenaikan tahunan di bulan Desember itu sendiri banyak didorong oleh kinerja impor migas, dengan andil peningkatan mencapai 10,55 persen.

Jadi, begitulah gambaran umumnya. Meski ada penurunan di beberapa sektor, secara agregat nilai impor kita masih terus merangkak naik.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar