Nilai impor Indonesia sepanjang tahun 2025 ternyata mencatatkan kenaikan. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka mencapai USD241,86 miliar. Itu artinya, terjadi peningkatan sekitar 2,83 persen dibandingkan realisasi tahun 2024.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, memaparkan rinciannya dalam sebuah konferensi pers yang digelar Senin (2/2/2026).
"Sepanjang Januari sampai dengan Desember 2025, total nilai impor mencapai USD241,86 miliar atau naik 2,83 persen dibanding periode yang sama," jelas Ateng.
Kalau dirinci, komposisinya menarik. Impor minyak dan gas (migas) justru turun cukup signifikan, 9,67 persen, menjadi USD32,77 miliar. Namun begitu, sektor non-migas yang jauh lebih besar malah naik 5,11 persen, menyentuh angka USD209,69 miliar. Jadi, kenaikan total itu ditopang penuh oleh kinerja non-migas.
Lalu, dari mana sumber kenaikan itu? Ternyata, andil terbesarnya datang dari impor barang modal. Nilainya melonjak tajam, 20,06 persen, menjadi USD50,13 miliar. Kontribusinya terhadap peningkatan total impor mencapai 3,56 persen.
Beberapa barang modal yang naik pesat antara lain mesin atau perlengkapan elektrik, peralatan mekanis, serta kendaraan udara dan bagian-bagiannya.
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak