Proyek rumah susun bersubsidi di Meikarta, Bekasi, akhirnya mulai bergerak. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) punya harapan besar: selain menggerogoti backlog perumahan yang mencekik kawasan industri, proyek raksasa ini diyakini bisa memacu pertumbuhan ekonomi.
Menurut Achmad Nur Hidayat, pakar kebijakan publik dari UPN Veteran Jakarta, dampak ekonominya bisa langsung terasa. "Proyek konstruksi skala besar seperti ini selalu jadi penyuntik tenaga. Banyak lapangan kerja tercipta, rantai pasok material bergerak," ujarnya.
Ia menambahkan, efeknya tak berhenti saat proyek selesai.
"Ekonomi lokal di sekitar hunian juga bergerak, usaha kecil, jasa, dan layanan harian tumbuh karena ada kepastian populasi tinggal," kata Achmad saat dihubungi lewat telepon, Sabtu lalu.
Namun begitu, ada catatan penting. Achmad mewanti-wanti soal tata kelola dana. Pengelolaan pendanaan dan pembiayaan harus ketat dan transparan. Tanpa itu, manfaat ekonomi yang diharapkan tak akan terasa menyeluruh.
Kekhawatirannya punya alasan. "Jika kualitas desain, utilitas, dan pengelolaan pasca huni buruk, maka rusun bisa berubah menjadi kantong masalah baru yang biayanya lebih mahal di masa depan, baik sosial maupun fiskal," tegas dia.
Artikel Terkait
Komnas PA Dukung Inara Rusli, Sebut Pengambilan Anak oleh Virgoun sebagai Kekerasan Psikis
Gaikindo Tegaskan Keanggotaan Neta Auto Masih Sah di Tengah Badai Restrukturisasi
Waspada, Air Minum di Pesawat Ternyata Tak Sebersih yang Dibayangkan
Luke Vickery dan Komunikasi Rahasia untuk Garuda