Meikarta Bergerak: Proyek Rusun Rp39 Triliun Diharapkan Pacu Ekonomi dan Tekan Backlog

- Minggu, 01 Februari 2026 | 03:30 WIB
Meikarta Bergerak: Proyek Rusun Rp39 Triliun Diharapkan Pacu Ekonomi dan Tekan Backlog

Proyek rumah susun bersubsidi di Meikarta, Bekasi, akhirnya mulai bergerak. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) punya harapan besar: selain menggerogoti backlog perumahan yang mencekik kawasan industri, proyek raksasa ini diyakini bisa memacu pertumbuhan ekonomi.

Menurut Achmad Nur Hidayat, pakar kebijakan publik dari UPN Veteran Jakarta, dampak ekonominya bisa langsung terasa. "Proyek konstruksi skala besar seperti ini selalu jadi penyuntik tenaga. Banyak lapangan kerja tercipta, rantai pasok material bergerak," ujarnya.

Ia menambahkan, efeknya tak berhenti saat proyek selesai.

"Ekonomi lokal di sekitar hunian juga bergerak, usaha kecil, jasa, dan layanan harian tumbuh karena ada kepastian populasi tinggal," kata Achmad saat dihubungi lewat telepon, Sabtu lalu.

Namun begitu, ada catatan penting. Achmad mewanti-wanti soal tata kelola dana. Pengelolaan pendanaan dan pembiayaan harus ketat dan transparan. Tanpa itu, manfaat ekonomi yang diharapkan tak akan terasa menyeluruh.

Kekhawatirannya punya alasan. "Jika kualitas desain, utilitas, dan pengelolaan pasca huni buruk, maka rusun bisa berubah menjadi kantong masalah baru yang biayanya lebih mahal di masa depan, baik sosial maupun fiskal," tegas dia.

Soal angka, proyek ini memang fantastis. Estimasi pembiayaannya menembus Rp39 triliun. Lippo Group disebut-sebut sebagai pengembang besar yang paling depan berinvestasi di sini.

Kementerian PKP sendiri telah memulai tahap land clearing di akhir Januari. Targetnya jelas: menjawab keterbatasan lahan hunian di kawasan industri yang penduduknya kian padat. Mereka menyiapkan tiga lahan dengan total luas 30 hektare.

Untuk fase pertama, di lahan 10 hektare akan berdiri 18 tower menjulang setinggi 32 lantai. Bayangkan saja, setiap tower direncanakan memuat sekitar 2.300 unit. Artinya, tahap awal bisa menyediakan hampir 47.000 unit. Kalau semuanya selesai, totalnya mencapai 141.000 unit rusun subsidi.

Jadwalnya sudah dipetakan. Setelah land clearing, pemasangan tiang pancang akan dimulai pada 8 Maret 2026. Pembangunan struktur ke atas menyusul pada 17 Agustus 2026. Kunci serah terima ditargetkan bisa dilakukan dua tahun kemudian, tepatnya 8 Agustus 2028.

Jalan masih panjang. Tapi geliat awal proyek ambisius ini sudah mulai terlihat.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler