Soal angka, proyek ini memang fantastis. Estimasi pembiayaannya menembus Rp39 triliun. Lippo Group disebut-sebut sebagai pengembang besar yang paling depan berinvestasi di sini.
Kementerian PKP sendiri telah memulai tahap land clearing di akhir Januari. Targetnya jelas: menjawab keterbatasan lahan hunian di kawasan industri yang penduduknya kian padat. Mereka menyiapkan tiga lahan dengan total luas 30 hektare.
Untuk fase pertama, di lahan 10 hektare akan berdiri 18 tower menjulang setinggi 32 lantai. Bayangkan saja, setiap tower direncanakan memuat sekitar 2.300 unit. Artinya, tahap awal bisa menyediakan hampir 47.000 unit. Kalau semuanya selesai, totalnya mencapai 141.000 unit rusun subsidi.
Jadwalnya sudah dipetakan. Setelah land clearing, pemasangan tiang pancang akan dimulai pada 8 Maret 2026. Pembangunan struktur ke atas menyusul pada 17 Agustus 2026. Kunci serah terima ditargetkan bisa dilakukan dua tahun kemudian, tepatnya 8 Agustus 2028.
Jalan masih panjang. Tapi geliat awal proyek ambisius ini sudah mulai terlihat.
Artikel Terkait
Genangan Air di Jakarta Akhirnya Surut, BPBD: Tetap Waspada
Omar Tuding Trump Sebagai Dalang di Balik Serangan Cairan Misterius
Komnas PA Dukung Inara Rusli, Sebut Pengambilan Anak oleh Virgoun sebagai Kekerasan Psikis
Gaikindo Tegaskan Keanggotaan Neta Auto Masih Sah di Tengah Badai Restrukturisasi