Teripang: Kisah Ginseng Laut yang Diperebutkan dari Dasar Samudra

- Senin, 02 Februari 2026 | 06:45 WIB
Teripang: Kisah Ginseng Laut yang Diperebutkan dari Dasar Samudra
Fakta di Balik Kemewahan Teripang

Kalau bicara soal hidangan Imlek, pikiran kita biasanya langsung melayang ke kue keranjang atau ikan bandeng. Tapi sebenarnya, ada satu bintang lain yang selalu dinanti. Ya, teripang. Hidangan laut ini punya tempat istimewa di meja makan keluarga Tionghoa, meski harganya bikin mata berkedip.

Jangan salah, ini bukan makanan sembarangan. Harganya bisa benar-benar fantastis. Chef Suyanto, seorang chef Chinese food di Jakarta, pernah membocorkan kisaran harganya.

"Untuk yang kering, harganya bisa mulai dari Rp 700 ribu sampai Rp 1,2 juta per kilogram," katanya.

Dan itu belum apa-apa. Di pasar global, jenis-jenis tertentu bahkan melambung hingga puluhan juta rupiah per kilo. Lalu, apa sih yang membuat makhluk laut yang bentuknya unik ini begitu mahal dan selalu diburu saat tahun baru Imlek?

Dulu Hanya untuk Kalangan Atas

Penampilannya mungkin sederhana, bahkan aneh. Makhluk tanpa mata dan anggota badan ini cuma punya mulut, anus, dan organ dalam. Namun, sejarahnya justru mentereng. Sudah berabad-abad lamanya, teripang jadi simbol status. Dulu, cuma kaum bangsawan dan orang kaya yang bisa menikmatinya. Tren ini makin menjadi-jadi sekitar tahun 1980-an, saat kelas menengah di China makin besar dan mereka ingin merasakan kemewahan kuliner yang dulu cuma jadi cerita.

Lebih dari Sekadar Makanan

Alasan utamanya tentu khasiatnya. Teripang dipercaya sebagai gudang obat alami. Kulitnya mengandung zat yang disebut fucosylated glycosaminoglycan. Di Asia, zat ini dikenal ampuh untuk masalah sendi. Sementara di Eropa, diteliti untuk terapi kanker dan mencegah penggumpalan darah.

Belum lagi kandungan protein dan kolagennya yang tinggi, yang konon bagus banget untuk kulit. Makanya dia sering dijuluki "Ginseng Laut".

Di Indonesia, penelitian ilmiah juga mendukung hal ini. Delianis Pringgenis, seorang dosen ilmu kelautan, mengungkapkan temuannya.

Menurutnya, teripang punya kemampuan mencegah penyumbatan pembuluh darah, mengatasi radang, menstabilkan gula darah, sampai mempercepat pemulihan sel tubuh.

Yang Paling Mahal dari Jepang

Nah, soal harga, ada hierharganya sendiri. Raja dari semua teripang berasal dari Jepang. Harganya bisa menyentuh angka Rp 57 juta per kilogram! Jenis lain seperti golden sandfish atau dragonfish pun harganya masih kalah jauh dibanding varian premium asal Negeri Sakura itu.

Kisah Pilu di Balik Kemewahan

Tapi, di balik kemewahan dan harganya yang selangit, ada cerita sedih yang jarang diungkap. Banyak orang nekat memburu teripang hingga ke dasar laut, seringkali dengan peralatan seadanya. Risiko dekompresi dan kecelakaan mengintai setiap saat.

Contohnya di awal 2019, di perairan Yucatan, Meksiko. Setidaknya 40 penyelam dilaporkan tewas saat berusaha mendapatkan 'emas laut' ini. Mirisnya, perburuan yang tak terkendali ini sudah membuat beberapa spesies teripang langka. Imbasnya, ekosistem laut pun terganggu.

Jadi, saat menyantap sepotong teripang di tengah suka cita Imlek, mungkin ada baiknya kita ingat. Di balik kelezatan dan kemewahannya, tersimpan sejarah panjang, harapan akan kesehatan, dan juga pengorbanan yang tidak kecil.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler