Polytron G3 Geser Raksasa China di Pasar Mobil Listrik

- Jumat, 19 Desember 2025 | 15:48 WIB
Polytron G3 Geser Raksasa China di Pasar Mobil Listrik

Raksasa elektronik asal Kudus, Polytron, ternyata tak main-main saat merambah pasar mobil listrik. Sejak peluncuran perdananya Mei lalu, produk empat rodanya itu langsung mencatatkan penjualan yang cukup menggembirakan. Data dari Gaikindo menunjukkan, sejak Juli hingga November 2025, mereka telah mendistribusikan 286 unit ke jaringan diler.

Yang cukup mengejutkan, dua model andalannya Polytron G3 dan G3 bahkan berhasil menyalip beberapa nama besar asal China di bulan November. Dengan total 81 unit terjual, performa mereka mengungguli Wuling Cloud EV, Hyptec HT, hingga Hyundai IONIQ 5. Puncak penjualan terjadi di Oktober, di mana angka distribusi menyentuh 112 unit.

Memang, jika dibandingkan dengan pemain utama seperti BYD, angka Polytron masih terpaut jauh. Tapi untuk sebuah pemain yang baru enam bulan berkecimpung, capaian ini patut diacungi jempol. Mereka membuktikan bahwa nama besar di industri elektronik dan motor listrik bisa mulai bersaing di arena yang lebih ketat ini.

Daya Tarik G3 dan G3

Lalu, apa sih yang ditawarkan? Untuk varian tertinggi, G3 , Polytron membekalinya dengan fitur canggih seperti Advanced Driving Assistance System (ADAS) Level 2. Sistem ini sudah termasuk Auto Parking Assistance, yang memungkinkan mobil parkir sendiri. Kemudahan lain hadir dari layar sentuh 12,8 inci yang kompatibel dengan Apple CarPlay dan Android Auto. Pengendara juga bisa mengontrol berbagai fungsi via aplikasi Polytron E 4W di smartphone.

Dari sisi tenaga, G3 mengandalkan baterai LFP berkapasitas 51,9 kWh. Klaim jarak tempuhnya mencapai 402 kilometer. Motor listrik di depan menghasilkan tenaga 150 kW, cukup untuk melesat hingga 150 km/jam.

Soal harga, Polytron menawarkan opsi yang fleksibel. Skema sewa baterai untuk G3 dimulai dari Rp 299 juta, dengan biaya langganan Rp 1,2 juta per bulan. Sementara untuk kepemilikan penuh, G3 dibanderol Rp 459 juta OTR Jakarta. Harganya terbilang kompetitif untuk segmennya.

Sebelumnya, nama Polytron memang lebih dikenal di pasar motor listrik. Hampir 40 ribu unit motor listrik mereka telah berpindah tangan sejak 2021. Pengalaman di segmen roda dua ini rupanya jadi modal berharga untuk melompat ke mobil.

Pasar Secara Keseluruhan: Naik Tipis, Tapi Masih Lesu

Bagaimana kondisi pasar secara umum? Pada November 2025, ada sedikit angin segar. Penjualan wholesales naik tipis 0,32% dibanding Oktober. Penjualan ritel bahkan terdongkrak 6,1%, menjadikan November sebagai bulan dengan penjualan tertinggi sepanjang tahun ini.

Namun begitu, jika dilihat akumulasi dari Januari, ceritanya berbeda. Total penyaluran ke diler hingga November masih lebih rendah 9,6% dibanding periode sama tahun 2024. Angka ritelnya juga turun 8,3%.

Data itu mengisyaratkan satu hal: pasar otomotif nasional secara keseluruhan masih belum benar-benar bangkit. Kenaikan di bulan tertentu seperti November memang memberi harapan, tapi tren jangka panjangnya masih perlu diperhatikan dengan serius.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar