Suasana di Lebanon Selatan kembali tegang. Minggu lalu, serangan udara Israel menewaskan dua orang di dekat kota Jmaijmeh, tak jauh dari perbatasan. Menurut keterangan Kementerian Kesehatan setempat, korban tewas saat kendaraan yang mereka tumpangi menjadi sasaran.
Namun begitu, pihak Israel punya narasi berbeda. Lewat sebuah pernyataan, militer Israel bersikeras bahwa serangan itu ditujukan pada seorang anggota Hizbullah. "Sebagai tanggapan atas pelanggaran berkelanjutan Hizbullah terhadap kesepakatan gencatan senjata," begitu bunyi klaim mereka. Serangan seperti ini sebenarnya sudah kerap terjadi, meski gencatan senjata secara teknis telah berjalan setahun. Israel biasanya beralasan mereka hanya menargetkan pos-pos dan milisi Hizbullah.
Di sisi lain, tekanan terhadap pemerintah Beirut kian besar. AS, yang khawatir konflik bakal meluas, mendorong Lebanon untuk melucuti kekuatan Hizbullah. Kelompok itu sendiri memang terlihat melemah pasca lebih dari setahun bentrokan dengan Israel, yang puncaknya adalah dua bulan perang terbuka sebelum gencatan senjata November 2024 lalu.
Rencananya, tentara Lebanon akan menyelesaikan proses pelucutan senjata di selatan Sungai Litani sekitar 30 km dari perbatasan pada akhir 2025, baru kemudian merambah wilayah lain. Tapi apakah rencana itu cukup?
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, tampaknya meragukannya. Lewat platform X, ia mengakui upaya pemerintah Lebanon, namun menilai itu "masih jauh dari cukup." Alasannya, menurutnya, Hizbullah terus berusaha mempersenjatai diri kembali dengan sokongan Iran.
Memang, Israel kerap mempertanyakan efektivitas militer Lebanon dan menuduh Hizbullah membangun kembali arsenalnya. Sementara itu, kelompok bersenjata itu sendiri bersikukuh menolak untuk menyerahkan senjata mereka.
Korban jiwa terus berjatuhan. Sejak gencatan senjata diberlakukan, setidaknya 350 orang di Lebanon telah tewas akibat tembakan Israel. Angka itu berdasarkan hitungan AFP yang merujuk pada data kementerian kesehatan setempat. Sebuah angka yang menyiratkan bahwa ketegangan di perbatasan utara Israel ini masih jauh dari kata usai.
Artikel Terkait
Menlu Tegaskan Misi TNI di Gaza Murni Kemanusiaan, Bukan Operasi Militer
Polri Minta Maaf, Oknum Brimob Diduga Tewaskan Warga di Maluku
Ray Rangkuti Apresiasi Ekspose Uang Sitaan Rp6,6 T sebagai Edukasi Antikorupsi
Lakers Kalahkan Clippers 125-122 Berkat Aksi Gemilang Doncic dan Reaves