Ray Rangkuti Apresiasi Ekspose Uang Sitaan Rp6,6 T sebagai Edukasi Antikorupsi

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:30 WIB
Ray Rangkuti Apresiasi Ekspose Uang Sitaan Rp6,6 T sebagai Edukasi Antikorupsi

MURIANETWORK.COM - Direktur Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menilai langkah Kejaksaan Agung mengekspos uang sitaan kasus korupsi senilai Rp6,6 triliun sebagai bentuk transparansi dan edukasi publik. Menurutnya, aksi yang menuai dukungan mayoritas masyarakat dalam survei ini membantu warga memahami skala nyata kerugian negara akibat korupsi.

Dukungan Publik dan Esensi Penegakan Hukum

Ray Rangkuti tidak terkejut dengan temuan survei Indikator Politik yang menunjukkan 70,7 persen responden setuju dengan langkah Kejagung tersebut. Baginya, ketertarikan masyarakat untuk menyaksikan tumpukan uang hasil sitaan adalah hal yang wajar dan manusiawi.

Namun, di balik efek visual yang kuat, ia mengingatkan agar ekspos semacam ini tidak melupakan tujuan utamanya.

"Jangan sampai ekspose ini meninggalkan substansi penegakan hukum. Tapi jangan juga mengejar substansi tapi hal-hal seperti ini (ekspose ke publik) ditinggalkan," tegas Ray.

Mengubah Abstraksi Menjadi Pelajaran Nyata

Ray menekankan bahwa langkah ini memiliki nilai pendidikan antikorupsi yang signifikan. Selama ini, kata dia, sulit menjelaskan dampak korupsi dalam jumlah fantastis karena masyarakat kesulitan membayangkan besaran nominalnya.

"Kalau orang nyuri ayam kan orang tahu dan bisa membayangkan. Atau kalau orang kehilangan motor, tahu dan bisa merasakan sendiri," ujarnya memberikan perbandingan.

Berbeda dengan kasus korupsi miliaran atau triliunan rupiah. Masyarakat, lanjut Ray, tidak hanya sulit membayangkan jumlahnya, tetapi juga sering tidak merasa bahwa uang negara yang dikorupsi itu sebenarnya adalah uang mereka juga.

"Itu yang membuat orang tidak peka dengan gerakan antikorupsi, karena menganggap bukan uang mereka. Dianggap itu duit negara bukan duit mereka," tuturnya.

Visualisasi dan Kontekstualisasi Nilai Uang

Ekspos fisik uang sitaan, menurut Ray, berhasil memecah tembok abstraksi tersebut. Masyarakat yang sebelumnya tidak pernah melihat wujud Rp6,6 triliun, akhirnya mendapat gambaran nyata tentang besarnya kerugian negara.

"Dengan adanya ekspose, menurut Ray, masyarakat jadi mengetahui sebanyak apa uang Rp.6,6 triliun. Sebelumnya, mereka tidak bisa membayangkan sebanyak apa itu uang Rp6,6 triliun karena mereka tidak pernah melihat. Kalau dipertontonkan baru mereka tahu, oh sebanyak itu," jelasnya.

Untuk memperdalam pemahaman ini, Ray pun menawarkan saran. Ia mengusulkan agar besaran uang sitaan tidak hanya ditampilkan, tetapi juga dikontekstualisasikan dengan kebutuhan riil masyarakat.

Ray pun menyarankan besaran uang sitaan korupsi ke publik bisa difaktualkan, misalnya, uang sebesar Rp1 miliar bisa digunakan untuk membeli berapa ton beras.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar