Militer Israel Klaim Tewaskan Kepala Baru Sayap Bersenjata Hamas di Tengah Gencatan Senjata

- Kamis, 28 Mei 2026 | 03:50 WIB
Militer Israel Klaim Tewaskan Kepala Baru Sayap Bersenjata Hamas di Tengah Gencatan Senjata

Militer Israel mengklaim telah menewaskan Mohammed Odeh, kepala baru sayap bersenjata Hamas, dalam sebuah serangan di Gaza yang terus berlanjut meskipun gencatan senjata masih berlaku. Klaim ini muncul di tengah operasi sistematis yang dilakukan Israel untuk memburu para pemimpin kelompok perlawanan Palestina tersebut sejak konflik pecah pada Oktober 2023.

Odeh merupakan pemimpin keempat Brigade Ezzedine Al-Qassam yang menurut Israel berhasil dilumpuhkan sejak dimulainya perang di Gaza. Dalam pernyataan bersama, militer Israel dan badan keamanan domestik Shin Bet mengungkapkan bahwa Odeh tewas pada Selasa lalu. Ia disebut baru diangkat sebagai kepala brigade setelah pendahulunya, Ezzedine al-Haddad, terbunuh pada 15 Mei lalu.

Di sisi lain, sayap bersenjata Hamas mengonfirmasi kematian Odeh dalam sebuah pernyataan resmi. Mereka menyebut bahwa ia gugur dalam serangan Israel pada Selasa malam. “Dengan penuh kebanggaan, kehormatan, martabat, dan keberanian, Brigade Ezzedine Al-Qassam mengumumkan kemartiran salah satu pemimpin terkemuka perlawanan Palestina,” demikian bunyi pernyataan tersebut. Hamas menambahkan bahwa Odeh tewas “dalam operasi pembunuhan pengecut yang mengakibatkan kemartiran dirinya, istrinya, dan anak-anaknya.”

Seorang pejabat Hamas kemudian merinci bahwa tiga anak Odeh turut menjadi korban, terdiri dari dua pria dewasa dan seorang gadis di bawah usia 18 tahun. Peristiwa ini terjadi bertepatan dengan hari raya Idul Adha, menambah duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat yang kehilangan.

Pemakaman Odeh dan keluarganya digelar pada Rabu di Kota Gaza. Ratusan pelayat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Dalam prosesi tersebut, sebuah senapan serbu AK-47 diletakkan di atas jenazah Odeh saat kerumunan orang membawanya menuju masjid untuk disalatkan. Bassem Abu Odeh, sepupu almarhum, menyampaikan kesedihan yang mendalam. “Ia dan keluarganya siap menyambut Idul Adha, tetapi sebaliknya Zionis kriminal menyambut dan menargetkan mereka dengan rudal,” ujarnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar