Suasana hajatan di Desa Kertamukti, Purwakarta, berubah jadi petaka. Seorang pemilik hajatan, Dadang, tewas usai dikeroyok sekelompok pemuda. Awalnya, mereka cuma minta uang. Tapi penolakan untuk memberi lebih, berakhir dengan kekerasan mematikan.
Menurut adik korban, Wahyudin, kelompok itu datang ke resepsi. Mereka meminta uang istilahnya, memalak. Keluarga pun mengalah, memberikan Rp 100 ribu agar acara bisa terus berjalan lancar.
kata Wahyudin saat berbicara di Mapolres Purwakarta, Sabtu malam kemarin.
Namun begitu, rasa tenang tak berlangsung lama. Kurang dari satu jam kemudian, rombongan yang sama muncul lagi. Kali ini, permintaannya melonjak: Rp 500 ribu. Dadang, sang tuan rumah, menolak. Dia merasa cukup sudah memberi.
Penolakan itu seperti menyulut bensin. Suasana langsung memanas. Dadang keluar dari tenda resepsi, mungkin untuk menghindari keributan di dalam. Tapi di luar, justru malah lebih buruk. Sekelompok orang langsung menyerbu.
Artikel Terkait
1.500 Personel Gabungan Amankan Kunjungan Wapres Gibran di Kupang
Tiga Warga Pandeglang Diamankan Usai Buang Sampah Ilegal dari Jakarta dan Tangerang, Terancam Denda Rp 200 Juta
Jusuf Kalla Bantah Keras Tudingan Dalangi Isu Ijazah Jokowi
Iran Klaim Operasi Penyelamatan Pilot AS Gagal Total, Bantah Pernyataan Trump