Bus Rem Blong Terjun di Turunan Sanggau, Satu Nyawa Melayang
Suasana mencekam menyelimuti turunan curam di Penyeladi, Sanggau, Minggu siang lalu. Sebuah bus penumpang putih bernomor polisi KB 7710 S terlihat ringsek tak jauh dari jalan berliku. Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 13.40 WIB itu memakan korban jiwa. Satu penumpang tewas di tempat, sementara puluhan lainnya harus dilarikan ke rumah sakit dengan berbagai luka.
Bus bermerek Mercedes-Benz itu mengangkut puluhan orang dari Terminal Sidomulyo di Pinoh menuju Terminal Ambawang. Di belakang kemudi adalah Indra, seorang sopir berusia 27 tahun asal Kubu Raya. Menurut informasi awal, musibah ini diduga kuat berawal dari rem yang blong. Faktor jalanan yang memang dikenal menurun tajam dan penuh tikungan tentu saja memperparah keadaan.
Yang membuatnya miris, bus ini sebenarnya sudah menunjukkan gejala. Sebelum kejadian, kendaraan itu telah bolak-balik melayani rute Ambawang-Sambas sejak Jumat. Seorang sopir lain, Sandi, bahkan sudah melaporkan soal rem yang bermasalah kepada perusahaan. Keluhannya sepertinya tak digubris.
Meski ada keluhan, bus tetap dioperasikan. Sabtu harinya, kendaraan itu kembali mengantar penumpang ke Sidomulyo. Konon, sopir sempat memeriksa ulang. Dan dari pihak perusahaan, bus dinyatakan masih layak jalan.
Minggu pagi, tepatnya pukul 10.00 WIB, bus kembali diberangkatkan dengan 31 penumpang di dalamnya. Sepanjang perjalanan, Indra mengemudi dengan sangat hati-hati. Dia sendiri merasa ada yang tidak beres dengan sistem pengereman. Kekhawatirannya ternyata terbukti.
Saat memasuki turunan Penyeladi, bus itu tiba-tiba oleng. Rem seperti tak berfungsi sama sekali. Indra berusaha menguasai setir, membantingnya ke kanan, tapi sia-sia. Kendaraan besar itu akhirnya lepas kendali dan terjungkal.
Artikel Terkait
Idrus Marham Peringatkan Bahaya Narasi Provokatif bagi Stabilitas Nasional
West Ham Pertimbangkan Lapor FIFA Usai Wan-Bissaka Telat dari Perayaan Kongo
Menteri Keuangan Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir Tahun
Pemerintah Siapkan Subsidi Rp1,3 Triliun Per Bulan untuk Tekan Kenaikan Harga Tiket Pesawat