AS Kembali Serang Lokasi Militer di Iran di Tengah Negosiasi Damai yang Mandek

- Kamis, 28 Mei 2026 | 09:15 WIB
AS Kembali Serang Lokasi Militer di Iran di Tengah Negosiasi Damai yang Mandek

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara baru ke sebuah lokasi militer di selatan Iran pada Rabu, 27 Mei 2026, menurut laporan media setempat. Seorang pejabat AS yang dikutip ABC News menyatakan bahwa operasi tersebut menyasar area yang dinilai mengancam keselamatan pasukan Amerika dan lalu lintas maritim komersial di Selat Hormuz. Hingga kini, belum ada rincian resmi mengenai target spesifik maupun tingkat kerusakan akibat serangan itu.

Serangan terbaru ini terjadi di tengah negosiasi yang masih berlangsung untuk mengakhiri konflik antara AS, Israel, dan Iran. Presiden AS Donald Trump mengaku belum puas dengan perkembangan pembicaraan damai saat ini. “Saya tidak puas dengan itu, tetapi kami akan mencapainya. Jika tidak, kami harus menyelesaikan semuanya,” kata Trump, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis, 28 Mei 2026.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Iran. Sebagai balasan, Teheran melancarkan serangan drone dan rudal ke berbagai target di kawasan serta menutup Selat Hormuz. Penutupan jalur strategis itu langsung mengguncang pasar energi global, mengingat sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair dunia melewati perairan tersebut.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, pembicaraan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen. Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu, tetapi tetap mempertahankan blokade terhadap kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz.

Meski beberapa kali menyebut kesepakatan damai sudah dekat, Washington dan Teheran hingga kini masih berselisih dalam sejumlah isu utama. Dua di antaranya yang paling krusial adalah pembukaan penuh Selat Hormuz serta masa depan program nuklir Iran.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini