Ratusan Ribu Jemaah Haji Indonesia Tuntaskan Lempar Jumrah Aqabah, Rekor Evakuasi Muzdalifah Tercipta

- Kamis, 28 Mei 2026 | 08:15 WIB
Ratusan Ribu Jemaah Haji Indonesia Tuntaskan Lempar Jumrah Aqabah, Rekor Evakuasi Muzdalifah Tercipta

Ratusan ribu jemaah haji Indonesia berhasil menuntaskan lempar jumrah aqabah di kawasan Jamarat, Mina, pada Rabu (27/5/2026) pagi waktu setempat. Prosesi puncak ibadah haji ini berlangsung aman dan lancar berkat strategi evakuasi yang efektif. Pencapaian itu tidak terlepas dari rekor baru operasional haji di kawasan Muzdalifah, di mana seluruh jemaah asal Nusantara berhasil disterilkan dari lokasi tersebut sebelum pukul 07.00 pagi.

Kecepatan pergeseran jemaah menuju Mina diraih melalui rekayasa lalu lintas berupa pembukaan dua jalur bus secara bersamaan. Setelah jemaah dari Arafah habis pada waktu subuh, petugas langsung memaksimalkan pintu kanan dan kiri untuk mengurai kepadatan. Koordinator Bidang Armuzna dan Linjam, Laksamana Pertama Harus Arrasyid, mengonfirmasi capaian operasional tersebut kepada Tim Media Center Haji.

“Jemaah kita pukul 06.45 telah habis semua. Pukul 07.00, bus terakhir berangkat menuju Mina,” ujarnya.

Setibanya di tenda pemondokan Mina, jemaah tidak berlama-lama dan langsung bergerak menempuh rute pejalan kaki menuju Jamarat. Jarak sejauh 3,5 kilometer itu rata-rata ditempuh dalam waktu 45 menit dengan ritme jalan santai. Infrastruktur jalan menuju Jamarat kini didesain sangat landai sehingga elevasi yang cukup tinggi tidak terlalu menguras tenaga jemaah. Sistem satu arah dan pembatas permanen yang dipasang otoritas Arab Saudi membuat arus pergerakan tertib. Sepanjang perjalanan melintasi terowongan Mina, lantunan kalimat talbiyah terus menggema dari para tamu Allah.

Begitu tiba di dalam gedung Jamarat, jemaah langsung disambut embusan pendingin ruangan yang sangat sejuk. Fasilitas ini krusial dalam menjaga stabilitas suhu tubuh di tengah lautan manusia yang berdesakan. Setiap jemaah kemudian melempar tujuh butir kerikil ke arah tugu aqabah dengan penuh kekhusyukan. Lontaran batu itu diiringi doa mendalam sebagai simbol perlawanan dan upaya menjauhkan keburukan dari kehidupan manusia.

Rangkaian ibadah pagi itu ditutup dengan prosesi tahallul awal sebagai tanda terbebasnya jemaah dari sebagian larangan ihram. Jemaah saling memotong rambut dengan penuh haru. Tidak sedikit jemaah laki-laki yang memilih menggunduli kepalanya di dalam tenda. Strategi cermat dari Satgas Armuzna tahun ini diharapkan dapat terus dipertahankan menjadi standar operasional di masa depan. Disiplin pergerakan massa terbukti menjadi kunci mutlak untuk menghadirkan kenyamanan di tengah kerasnya cuaca Arab Saudi.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar