Iran dengan tegas menolak usulan pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata. Ini adalah respons mereka terhadap proposal gencatan sementara dari Amerika Serikat dan Israel yang sedang digodok.
Seorang pejabat Iran, yang enggan disebutkan namanya, mengaku Teheran memang telah menerima draft proposal gencatan senjata selama 45 hari. Saat ini, mereka masih mempelajari dan meninjau isinya dengan saksama. Menurut pejabat itu, sikap Washington justru terlihat kurang siap untuk membicarakan gencatan yang bersifat permanen.
"AS kurang siap untuk gencatan senjata permanen," ujarnya.
Di sisi lain, tekanan dari Gedung Putih terus mengalir. Presiden AS Donald Trump disebut memberikan batas waktu hingga Selasa malam waktu Washington untuk Iran menyetujui kesepakatan. Namun, tenggat itu sepertinya dianggap angin lalu oleh Teheran. Pejabat tadi menegaskan, mereka tak akan terburu-buru mengambil keputusan sepenting ini.
Sementara perundingan berlangsung alot, situasi di lapangan justru semakin memanas. Garda Revolusi Iran (IRGC) lewat sebuah pernyataan di media sosial pada Minggu menyebut, mereka hampir menyelesaikan persiapan operasional. Persiapan ini terkait rencana pemberlakuan kondisi baru di Selat Hormuz jalur air yang nyaris tertutup total sejak konflik meletus.
"Angkatan laut IRGC sedang menyelesaikan persiapan operasional untuk rencana yang diumumkan oleh otoritas Iran untuk tatanan Teluk Persia yang baru," begitu bunyi pernyataan mereka.
Peringatannya jelas: kondisi di selat vital itu tidak akan pernah kembali seperti dulu, khususnya bagi kapal-kapal AS dan Israel. Pernyataan keras IRGC ini bukan tanpa sebab. Ini muncul setelah Presiden Trump memperbarui ancamannya, yakni akan menyerang target seperti pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika selat itu tidak segera dibuka.
Jadi, meski meja perundingan masih ada, kedua belah pihak bersiap untuk skenario terburuk. Ketegangan di Teluk Persia tampaknya masih jauh dari kata reda.
Artikel Terkait
Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Permanen Ditargetkan Rampung Juni 2026, Siap Digunakan Tahun Ajaran Baru
Fabregas Tegas Tolak Kepulangan Nico Paz ke Real Madrid
Pemerintah Pastikan Harga Beras SPHP Tidak Naik Meski Dolar Menguat
Ledakan Petasan di Balon Udara Blitar Tewaskan Pemuda, Lukai Dua Anak