Bentrokan di Makassar Tewaskan Dua Pemuda, Motor Dibakar Massa

- Minggu, 05 April 2026 | 12:00 WIB
Bentrokan di Makassar Tewaskan Dua Pemuda, Motor Dibakar Massa

Dini hari yang sunyi di Makassar pecah oleh keributan. Tepatnya di Jalan Sungai Saddang, Minggu (5/4) lalu, dua kelompok warga dari kampung bertetangga terlibat bentrok. Hasilnya? Dua pemuda terluka parah dan satu motor hangus jadi abu.

Menurut sejumlah saksi, semuanya berawal dari saling serang antara pemuda dari wilayah Maccini dan kawasan Kanal Sungai Saddang. Jalur penghubung antarkampung itu tiba-tiba berubah jadi medan pertikaian. Yang bikin ngeri, mereka tak segan menggunakan senjata tajam dan bahkan busur panah.

Salah satu korban mengalami luka tebasan di kaki yang begitu dalam, sampai dua jarinya putus. Sementara itu, seorang pemuda lain harus dilarikan ke rumah sakit dengan anak panah masih menancap di lengannya. Situasinya kacau.

Motor Dibakar, Konflik Lama Kembali Memanas

Kerusuhan ini nggak cuma soal korban jiwa. Ada juga aksi pembakaran. Sebuah sepeda motor milik salah satu pelaku yang tertinggal di lokasi jadi sasaran amuk massa. Kendaraan itu dibakar sampai tinggal kerangka, lalu dilempar begitu saja ke dalam kanal. Sungguh pemandangan yang memprihatinkan.

Kapolsek Makassar, Kompol Mustari, membenarkan kejadian itu. Ia menyebut bentrokan ini cuma puncak gunung es dari konflik lama yang tak kunjung padam.

“Perang kelompok ini antara kelompok Maccini dengan Kanal Sungai Saddang RK 4. Jadi, secara garis besar, dari Maccini menyerang ke RK 4 sehingga korban ada satu yang ditebas kaki kirinya,” ujar Mustari.

Ia melanjutkan penjelasannya. Saat penyerangan pertama terjadi, seorang pelaku kabur dan meninggalkan motornya. Nah, motor itulah yang kemudian dibakar warga. Tapi cerita nggak berhenti di situ. Kelompok lawan pun balas menyerang.

“Yang menyerang itu ada yang ketinggalan motornya, sehingga dibakar sama warga. Setelah itu, dari RK 4 juga menyerang, sehingga korbannya ada satu yang kena lengannya busur dan sudah dirawat di rumah sakit, dua-duanya,” jelasnya.

Lalu apa pemicu sebenarnya? Mustari dengan tegas menyebut akar masalahnya adalah dendam lama yang berputar-putar bagai lingkaran setan.

“Ya, rata-rata dendam lama semua, gantian siapa yang duluan,” pungkasnya.

Saat ini, kondisi kedua korban masih memerlukan perawatan intensif. Mereka ditangani di dua rumah sakit berbeda, yaitu Rumah Sakit Daya dan Rumah Sakit Pelamonia. Di sisi lain, penyelidikan polisi terus berjalan untuk mengungkap dan menindak tegas semua pihak yang terlibat.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, aparat kepolisian kini disiagakan penuh di kedua wilayah tersebut. Tujuannya jelas: menjaga agar situasi tetap kondusif dan mencegah bentrokan susulan yang bisa terjadi kapan saja. Semoga saja ketegangan ini segera mereda.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar