Iran Klaim Tembak Jatuh Helikopter dan Pesawat AS, Washington Bantah

- Minggu, 05 April 2026 | 22:50 WIB
Iran Klaim Tembak Jatuh Helikopter dan Pesawat AS, Washington Bantah

TEHERAN – Klaim terbaru dari Iran menambah panasnya ketegangan dengan Amerika Serikat. Militer Iran menyatakan telah berhasil menembak jatuh dua helikopter Black Hawk dan sebuah pesawat angkut Hercules C-130 milik AS. Insiden ini, kata mereka, terjadi Jumat lalu saat pesawat-pesawat AS itu sedang berusaha menyelamatkan pilot sebuah jet tempur F-15E yang sebelumnya ditembak jatuh.

Menurut juru bicara komando militer Khatam Al Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, seluruh pesawat musuh itu kini hancur dan terbakar. Klaim ini segera disebarluaskan oleh televisi pemerintah IRIB pada Minggu (5/4).

"Upaya musuh untuk menyelamatkan pilot pesawat yang jatuh menemui kegagalan," tegas Zolfaghari.

Dia menambahkan, "Di selatan Isfahan, target udara musuh ditembak jatuh, termasuk dua helikopter Black Hawk dan satu pesawat angkut militer C-130 ... sekarang terbakar."

Klaim dramatis ini seolah mendapat penguat dari sejumlah video yang beredar di media sosial. Rekaman-rekaman itu mempertontonkan puing-puing pesawat yang berserakan di sebuah area luas di Isfahan, meski belum bisa dipastikan keaslian dan asal-usulnya.

Namun begitu, narasi yang dibangun Teheran ini langsung dibantah oleh pihak Amerika. Seorang pejabat AS yang berbicara kepada The New York Times menyatakan hal yang sama sekali berbeda. Menurut sumber itu, kopilot dari F-15E yang jatuh justru telah berhasil dievakuasi. Saat ini, sang awak pesawat dikabarkan sedang menjalani perawatan medis di Kuwait.

Jadi, ada dua versi cerita yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, Iran menggambarkan sebuah operasi penyelamatan yang berakhir bencana bagi AS. Di sisi lain, pejabat Amerika menyiratkan bahwa misi mereka justru berhasil. Kebenaran di lapangan masih samar, tertutup oleh kabut perang informasi dan klaim-klaim yang saling bersilangan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar