Harga solar di Kamboja melonjak drastis. Konflik yang berkecamuk di Timur Tengah rupanya berdampak langsung ke negeri itu, mendorong harga bahan bakar naik lebih dari dua kali lipat dalam hitungan pekan.
Data terbaru dari Kementerian Perdagangan setempat menyebutkan, saat ini satu liter solar dibanderol 8.100 riel. Kalau dirupiahkan, angkanya sekitar Rp34 ribu. Sungguh sebuah kenaikan yang tajam.
Sebagai perbandingan, di akhir Februari lalu harganya masih berkisar 3.850 riel per liternya. Artinya, dalam kurun waktu yang relatif singkat, terjadi kenaikan fantastis sebesar 110 persen. Bukan cuma solar yang terdampak.
Bensin biasa pun ikut meroket. Kini harganya mencapai 5.500 riel per liter, naik 42,8 persen dari posisi akhir Februari. Lalu ada juga gas LPG yang harganya melesat 95 persen, dari 2.000 riel menjadi 3.900 riel per liter. Rakyat biasa pasti merasakan betul dampaknya.
Menyikapi hal ini, pemerintah tentu tak tinggal diam. Upaya pertama dilakukan pada 20 Maret lalu, dengan menurunkan bea masuk dan pajak impor untuk produk bahan bakar. Langkah ini diharapkan bisa meredam gejolak harga.
Namun begitu, langkah itu rupanya belum dianggap cukup. Seminggu kemudian, tepatnya 28 Maret, pemerintah mengambil kebijakan tambahan. Mereka memutuskan untuk memotong bea masuk impor kendaraan listrik (EV), kendaraan hibrida plug-in, kompor listrik, hingga perangkat bertenaga surya. Tujuannya jelas: mendorong transisi energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang harganya sedang tak menentu ini.
Memang, Kamboja berada dalam posisi yang rentan. Sebagai negara di Asia Tenggara, mereka sepenuhnya bergantung pada impor minyak bumi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Cadangan minyak lepas pantai yang dimilikinya pun sampai saat ini belum juga dieksploitasi. Situasi global yang memanas seperti sekarang langsung terasa dampaknya di sana.
Artikel Terkait
BGN Percepat Validasi Data Penerima Makan Bergizi Gratis Libatkan Kementerian hingga Perangkat Desa
Meteor Meledak di Langit AS Timur Laut, Guncang Rumah Warga Tanpa Timbulkan Korban
Gunung Dukono Erupsi, Kolom Abu Vulkanik Membumbung 1.300 Meter
Iran Hentikan Diplomasi dengan AS dan Ancam Buka Front Baru jika Israel Lanjutkan Serangan ke Lebanon-Gaza